Thursday, August 11, 2016

Presiden Jokowi Buka MTQN ke-26 di NTB

 


Ketika pembukaan MTQN ke-26 beberapa waktu lalu, masyarakat telah menyemut di Islamic Center Mataram yang merupakan pusat diselenggarakannya kegiatan MTQN 26. Warga yang berdesakan itu antusias menyambut peristiwa yang pernah terjadi 43 tahun di kala NTB menjadi tuan rumah MTQN tahun 1973. Selain ingin menyaksikan pembukaan MTQN, mereka juga menantikan kehadiran Presiden RI Joko Widodo. Benar saja, begitu tiba di Islamic Center, Presiden RI yang didampingi Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo, tidak langsung masuk ke arena utama MTQN melainkan berjalan mendekat kepada masyarakat.

Presiden RI yang dikenal dekat dengan masyarakat ini, tanpa segan menyalami rakyatnya yang histeris menyambutnya. Gemuruh tepuk tangan dan histeria warga terjadi selama lebih kurang 20 menit sepanjang Presiden RI menyapa rakyatnya yang berada di luar arena utama yang dipenuhi oleh para kafilah, tamu-tamu negara, pimpinan lembaga negara, para duta besar perwakilan negara sahabat, para menteri kabinet kerja, Sekjen Robitoh Alam Islami para peserta konferensi internasional, para gubernur se-Indonesia, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta khafilah dari 34 Provinsi se-Indonesia. Pada saat itulah, Joko Widodo memperlihatkan “kelasnya” sebagai seorang pemimpin yang mencintai rakyatnya. Tentu saja sikap dan teladan Sang Pemimpin ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari isi dan kandungan Alquran.


 Islamic Center Mataram, pusat diselenggarakannya MTQN ke 26 yang selama kegiatan ini berlangsung dipadati oleh warga


Islamic Center Mataram, pusat diselenggarakannya MTQN ke 26 yang selama kegiatan ini berlangsung dipadati oleh warga


Puluhan ribu warga memadati arena Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 yang berlangsung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sejak dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo tanggal 30 Juli 2016, setiap malam masyarakat tumpah ruah menyaksikan dan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan oleh para Qori dan Qoriah terbaik dari seluruh Indonesia.


Seluruh areal Islamic Center yang menjadi pusat diselenggarakannya MTQN ke-26 ini, penuh sesak oleh manusia. Demikian pula di sepanjang jalan Langko sekitar Islamic Center dan juga jalan Udayana Mataram, warga berdesak-desakan untuk bisa mendapatkan tempat yang nyaman untuk menonton menyaksikan dan mendengar khusyuknya para Qori dan Qoriah melantunkan ayat-ayat suci Alquran.


Tribun yang membentang luas dari utara ke selatan memenuhi kawasan utama arena di dalam areal utama Islamic Center tiap malam sesak oleh penonton. Mereka yang tidak dapat masuk ke dalam areal utama terpaksa berdesak-desakan menonton dari layar lebar yang disiapkan panitia di simpang jalan Langko dan Jalan Udayana. Bahkan untuk sekedar jalan saja, penonton dan pengunjung harus saling berdesakan. –Naniek I. Taufan


Keluarkan PP Bentuk Universitas Islam Internasional

Ini sebuah peristiwa yang tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat NTB, khususnya yang tinggal di Pulau Lombok. Mereka rela datang menempuh jarak puluhan kilometer, dari Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah hingga Lombok Utara demi bisa menyaksikan peristiwa Islami yang pernah terjadi 43 tahun silam di NTB dan baru kini terulang kembali. Sesungguhnya antusiasme warga  memadati Islamic Center selama kegiatan yang berlangsung hingga ditutup pada tanggal 7 Agustus 2016 ini, lebih karena memang nuansa Islami di pulau dengan julukan Pulau Seribu Masjid ini sangat kental.


 Warga yang antusias menyaksikan MTQN 2016 di Islamic Center


Warga yang antusias menyaksikan MTQN 2016 di Islamic Center


Karena itulah mereka rela datang dari jauh bahkan menggunakan mobil-mobil pick up membawa serta seluruh keluarga demi dapat menjadi bagian dari peristiwa Islami yang senyawa dengan kehidupan keagamaan mereka. “Saya berangkat dari Lombok Timur sejak tadi jam setengah lima sore. Shalat Magrib di Masjid Raya Mataram agar bisa dapat duduk di tribun dalam,” ungkap Rohmah asal Lombok Timur yang datang bersama anak-anak dan keluarganya. Rohmah hampir tiap malam datang menonton MTQN ini.


Beberapa kali menonton ia hanya kebagian menonton layar lebar di simpang BI dan duduk di aspal jalan raya. Itulah sebabnya di malam ke empat ia sengaja datang lebih awal dan ia sukses mendapatkan tempat duduk terbaik di tribun depan panggung utama. Ia merasa sangat bahagia sekaligus terharu ketika mendengarkan suara Qori dan Qoriah yang begitu indah melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Jiwanya tersentuh sampai-sampai ia menangis. “Masya Allah… suara mengajinya menggetarkan hati saya,” ujarnya dengan mata berkaca.


Hal yang sama juga terjadi pada Raihan, penonton asal Lombok Utara yang datang pada malam final MTQN 2016. Karena jarak yang jauh, ia hanya dapat dua kali menonton dan ikut berdesakan dengan puluhan ribu manusia lainnya. Di malam final itu, Raihan meneteskan air mata tatkala ayat-ayat suci yang diperdengarkan dengan begitu indah. Umat Islam mana yang  tidak bergetar ketika mendengar lantunan ayat-ayat suci dibacakan dengan suara yang merdu dan komunikatif. “Langsung masuk ke dalam hati saya,” ujarnya.

Begitulah MTQN 2016, telah menggetarkan jiwa-jiwa kaum muslim yang memaknai Alquran sebagai pegangan hidupnya.  Tampaknya apa yang menjadi harapan Presiden RI Joko Widodo kala membuka MTQN 2016 ini terwujud di Pulau Lombok. Membumikan Alquran sehingga lebih dapat dipahami dan dilaksanakan  oleh seluruh masyarakat, demikian pesan Sang Presiden.


“Prestasi adalah utama namun yang lebih utama lagi adalah syiar dan dakwah tentang bagaimana membumikan Alquran itu,” ungkapnya. Presiden RI ini  mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Alquran sebagai pegangan kehidupan yang hakiki, sehingga dapat menuntun masyarakat menjadi pribadi yang santun dalam bertutur bersikap serta berperilaku.


Presiden menyentil kebiasaan mengungkapkan sindiran-sindiran pedas, mencela, mengumpat, mengejek, menjelek-jelekan orang lain salah satunya melalui media sosial terutama saat kontelasi politik meningkat tiap kali pesta demokrasi berlangsung di negeri ini, dinilainya sebagai sebuah sikap yang tidak sesuai dengan isi dan kandungan Alquran. Ia mengajak agar MTQN ini dilihat sebagai perekat yang hakekatnya harus diamalkan diresapi serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.


Ke depannya, presiden menaruh harapan besar agar Indonesia dapat menjadi sumber pembelajaran Islam di dunia. Karena itu telah dikeluarkan Peraturan Presiden untuk membentuk Universitas Islam Internasional. “Kita ingin kehidupan berbangsa dan bernegara sejuk, damai dan indah. Mari jaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadikan MTQN ini sebagai stimulan untuk meningkatkan pengamalan ajaran Islam yang Rahmatallil Alamin,” pesan Presiden.


Gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi juga mengungkap, hakikat MTQN  ini bagi masyarakat NTB adalah suatu motifasi untuk selalu bekerja keras memberi kontribusi terbaik bagi bangsa. Gubernur yang merupakan lulusan tafsir terbaik pada universitas Islam Al Azhar Mesir ini juga menyebut, kesukacitaan MTQN di NTB ini tidak hanya dirasakan umat Islam semata, melainkan seluruh masyarakat NTB juga turut bersuka cita. “Saudara kita dari warga Tionghoa juga ikut berpartisipasi dengan memasang lampion di sepanjang ruas jalan di wilayah Cakranegara,” terangnya. Gubernur juga mengaku beberapa waktu yang lalu menerima  surat  yang ditandatangani  pendeta yang ingin turut berpartisipasi menyukseskan MTQN di Mataram. Hal ini, lanjutnya, membuktikan bahwa seluruh umat beragama di NTB punya tekad yang sama untuk ikut menyukseskan MTQ Nasional.


Hal yang sama juga diungkapkan Menteri Agama, Lukman yang mengungkapkan bahwa perlombaan dalam MTQ tidak hanya bicara soal penampilan seni membacanya, melainkan juga adanya keterbukaan agar tercipta perlombaan yang jujur. “MTQ bukan soal seni suara maupun forum ilmiah dalam menafsir dan menalar serta mengartikan ayat-ayat Tuhan, tetapi juga diperlukan sikap keterbukaan dalam upaya yang konkrit untuk menciptakan sportivitas bagi seluruh peserta,” katanya. Tentu saja pesan ini adalah kandungan yang ada dalam Alquran yang harus dijalankan baik oleh seluruh peserta dan penyelenggara MTQN maupun dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. -Naniek I. Taufan



Presiden Jokowi Buka MTQN ke-26 di NTB

No comments:

Post a Comment