Meski hingga saat ini ia memilih dua aktivitas yakni bekerja dan berkaya, namun Heny Shanti memilih untuk lebih konsentrasi mengurus usahanya yang bergerak di bidang distribusi ikan laut ke seluruh wilayah Bali. Berkarya di bidang seni hanya sesekali dilakoninya untuk menyeimbangkan kesibukan kerjanya dengan hobinya.
Jika tahun-tahun sebelumnya dirinya cukup sibuk membintang beragam judul FTV di TV nasional, kemudian menyusul nyanyi dan teater, maka tahun ini Heny mengaku lebih fokus berbisnis. “ Saya konsen menjalankan usaha yang selama ini sudah dirintis oleh almarhum suami saya,” begitu diucapkan istri Karmawan Tan (alm) ini.
Namun, menurut Heny, berkat dukungan keluarga dan para sahabatnya, ia mampu bangkit dari keterpurukan akibat ditinggal sang suami. Saat ini katanya ia sudah mulai membuka diri kembali, perlahan juga mulai aktif lagi berkarya dan berkegiatan.
Ditanya soal tawaran nyanyi, sambil tersenyum Heny mengatakan ia sudah kembali bersedia menerima juga. “Yang penting tugas malam untuk urusan usaha peninggalan suami tidak sampai terganggu,” kata Heny yang sempat meluncurkan singel “Godoh Rujak Gedang” ciptaan Dwi Negari, “Candra Semara” ciptaan Purwa Bisana, dan dua tembang ciptaan Dek Artha yakni “Nransfer Cinta” dan “Harus Kuat”.
Saat acara HUT Bali TV tahun 2016, ia juga sempat ikut memeriahkannya dengan menembangkan lagu “Nransfer Cinta”. “Rasanya bahagia sekali sewaktu diminta ikut meramaikan acara besar Bali TV ini. Apalagi penonton begitu berjubel dan full banget waktu itu,” tuturnya tersenyum.
Sebagai artis yang merasa ikut dibesarkan oleh Bali TV dan Kelompok Media Bali Post, Heny Shanti menggungkan harapannya agar kedepannya media kesayangannya ini semakin maju dalam memberikan informasi terkini. Selain itu tetap bisa menjadi wadah buat para seniman agar tetap bisa menampilkan karya-karyanya.
Melihat jam terbangnya di dunia seni, baik sinetron maupun bernyanyi, bagi Heni setiap penampilan memiliki kesan dan catatan tersendiri. “Yang terakhir saya tampil beberapa hari lalu juga punya cerita dan kesan tersendiri saat saya nyanyikan lagu Mandarin Yue Liang Biao Wo De Qin…..sebab almarhum suami belum sempat menyaksikan saya nyanyikan lagu itu di atas panggung. Saya sempat mengatakan padanya saya harus bisa menyanyikan lagu itu, karena almarhum juga yang mengunduhkan dan mencatatkan liriknya. Selesai menyanyikan lagu itu saya menangis…,” katanya sedikit terbata.
Aktivitas di teater saat, menurut putri ketujuh pasutri Sri Yuliati dan Suparwan ini, sudah mulai pemanasan untuk terjun total kembali nantinya. Disela sela waktunya, ia menerima tawaran untuk menjadi juri lomba tarik suara maupun modeling, yang cukup banyak dilakukannya menjelang dan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Masih terkait teater, katanya jika akan ada pementasan,biasanya Abu Bakar meminta rutin latihan seminggu lima kali selama dua sampai tiga bulan menjelang pementasan. Mengenai pementasan belum lama ini, katanya tergolong langkah pemanasan yang dilakukannya saya untuk persiapan kembali ke dunia
teater. “Semoga saja saya bisa membagi waktu dengan baik dan bijak antara usaha dan berkegiatan di teater ini,” katanya
ISTIRAHAT DARI SINETRON
Selanjutnya Heny Shanti dengan mimik serius mengatakan kalau untuk sinetron sementara ia break dulu, sampai benar-benar bisa menata waktu antara pekerjaan dan jadwal syuting yang selama ini tidak bisa diajak kompromi. “Memang masih sering sih datang tawaran untuk sinetron ataupun film layar lebar, meskipun peran kecil tapi msih belum berani menerimanya. Saya khawatir jadi tidak fokus, karena masih kepikiran usaha peninggalan suami yang harus terus dipantau tiap malam,” katanya.
Henya merasakan selama ini dan hingga saat ini banyak sekali pihak yang mendukungnya baik untuk selalu tampil di sinetron, film maupun teater. Meskipun ia selama ini tidak pernah memakai manajemen artis atau agensi tapi, mereka para sahabatnya selalu rajin memberi info serta menawarinya untuk terlibat dalam berbagi projek film atau sinetron. Namun, keputusan untuk istirahat sementara di sinetron sudah sangat bulat, dan mengalihkannya kecintaan pada seni peran ini dengan bermain teater disamping menyanyi.
Heny pernah menyampaikan ke pihak management agency, dirinya mau syuting asal jam kerjanya tidak terganggu. “Saya hanya bisa syuting dari pukul 15.00 sampai pukul 18.00 saja…hahahaa kayak artis papan atas saja ya,” ujarnya menyudahi percakapan. – Sri Ardhini
Seimbangkan Bekerja dan Berkarya
No comments:
Post a Comment