Tuesday, August 23, 2016

Kenalkan Tradisi Buleleng Timur lewat Kartun

 


Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewadahi kreativitas. Salah satunya adalah dengan cara menuangkan ide dalam bentuk kartun di atas kertas. Kecintaannya terhadap kartun, membuat Putu Dian Ujiana membuat bermacam-macam jenis kartun dengan tujuan menghibur. Meskipun hanya belajar secara otodidak, kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti dari seringnya ia mengikuti pameran baik tingkat kabupaten maupun provinsi.


Dian bersama Bupati PAS

Dian bersama Bupati PAS


Dian sapaan akrabnya mengatakan jika dalam membuat karya, harus ada pesan yang tersampaikan kepada penikmatnya. Begitu juga dengan kartun-kartu yang ia buat selalu menyampaikan pesan peduli lingkungan. “Kebanyakan temanya mengenai lingkungan sama seperti anak-anak Rare Kual, karena kami memiliki kepedulian yang sama dengan lingkungan,” ujarnya. Tujuannya adalah untuk menegaskan kepada masyarakat agar sadar akan menjaga lingkungan. “Target saya adalah anak-anak, mereka merupakan akar yang harus sejak dini ditanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Setiap gambar yang dibuat harus ada pesan ataupun kritik sosial yang disampaikan. Bukan sekadar gambar semata,” ucap Dian.


Menurutnya, di Buleleng peminat kartun sudah sangat banyak, terlihat ketika ia mengikuti pameran-pameran selalu mendapat respons positif dari masyarakat. Niatnya yang ingin mengajak masyarakat khususnya anak-anak muda untuk berkreativitas belum tercapai. “Saya sangat welcome jika ada anak-anak yang ingin belajar menggambar atau membuat kartun, kebetulan di rumah juga ada studio kecil, tapi kayaknya mereka masih malu-malu,” jelasnya. Dian mengaku sangat senang berbagi ilmu apalagi untuk anak-anak di Buleleng.

Selain menggunakan media kertas, ia juga mencoba membuat karyanya menggunakan media komputer sehingga kartun yang dibuat tampak lebih menarik dan hidup menjadi sebuah animasi. Akan tetapi, dalam penggarapannya perlu mood yang baik dan waktu yang tidak sebentar. “Cari ide yang kadang-kadang susah, begitu juga proses penggarapannya yang memakan waktu lama karena setiap gerakan harus dibuat secara detail. Gerakannya tangan misalnya membutuhkan sampai sepuluh gambar,” paparnya. dian


Prestasi yang baru-baru ini diriah adalah mendapat juara ketiga dalam sayembara maskot dan jingle pilkada KPU Buleleng. Maskot yang diberi nama Anggada merupakan salah satu tokoh pewayangan dalam Wayang Wong Tejakula. Anggada merupakan tokoh yang memiliki sifat energik dan bijaksana. “Mengambil tokoh pewayangan ini karena ingin memperkenalkan tradisi di Buleleng Timur yaitu Wayang Wong Tejakula yang sudah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda,” tegasnya. -Wiwin



Kenalkan Tradisi Buleleng Timur lewat Kartun

No comments:

Post a Comment