Dari serangkaian seleksi dan pembekalan selama sebulan, akhirnya pasangan I Gede Hadika Kresna Wirawan dan Ni Nyoman Clara Listya Dewi berhak menyandang gelar sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2016. Selanjutnya, mereka akan mewakili Bali dalam pemilihan Duta Bahasa Nasional di Badan Bahasa Jakarta pada bulan Oktober 2016.
Malam Final Pemilihan Duta Bahasa yang merupakan agenda tahunan Balai Bahasa Bali tersebut dilangsungkan di Gedung Citta Klangen ISI Denpasar, Sabtu 6 Agustus 2016. Acara dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, perwakilan ISI Denpasar, perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jegeg Bagus, duta-duta yang ada di Bali, serta perwakilan para sponsor.
I Gede Hadika Kresna Wirawan dan Ni Nyoman Clara Listya Dewi terpilih menjadi Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2016
Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Drs. I Wayan Tama, M.Hum., optimis tahun ini Bali akan kembali meraih peringkat nasional, meski persaingan dari tahun ke tahun makin ketat. “Kami sangat optimis, karena untuk mencapai puncaknya, Duta Bahasa Bali ini diberikan berbagai tempaan sehingga kualitasnya luar biasa,” ucapnya optimis.
Pemilihan Duta Bahasa dimaksudkan sebagai salah satu upaya pembinaan bahasa dan penumbuhan kesadaran penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di kalangan generasi muda. ”Seorang duta bahasa harus memiliki kemahiran berbahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah yang dapat menjadi contoh bagi kaum muda lainnya. Mereka akan menjadi mitra Balai Bahasa dalam upaya pembinaan bahasa dan menjadikan generasi yang mampu mengomunikasikan gagasan secara berkualitas,” ujar Wayan Tama.
Ia menegaskan, bahasa adalah pembentuk manusia yang sesungguhnya. Bahkan, jika ditinjau dari faktor kebahasaan, bahasa merupakan pendobrak kaum penjajah dulu. Dengan slogan “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah (Bahasa Bali), Pelajari Bahasa Asing”, sehingga repertoar kebahasaan kita di Bali bisa tertata dengan baik. “Ini yang disebut penguasaan multilingual yang sejajar, kita harus mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar, berbahasa daerah yang tertata, dan berbahasa asing yang baik. Ketiganya kita perlukan tapi bisa menyesuaikan situasi dan kondisinya,” ucapnya.
Tahun ini, jumlah peserta meningkat cukup signifikan. “Tahun lalu pesertanya kurang dari 75 orang, tapi tahun ini hampir diikuti 100 peserta. Pesertanya masih didominasi kaum perempuan, meskipun kualitas peserta laki-laki juga sangat bagus,” papar Koordinator Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali I Nyoman Sutrisna, S.S.
Mereka yang mengikuti pemilihan ini telah memenuhi kriteria, di antaranya pemuda dan pemudi berusia 18-25 tahun, ber-KTP Bali, belum menikah, berkepribadian dan berpenampilan menarik, mahir berbahasa Indonesia dan daerah, serta menguasai salah satu bahasa asing. Calon peserta diwajibkan untuk mengirim karangan argumentasi dalam bahasa Indonesia dengan tema “Pemuda dan Bahasa”.
Dalam proses Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2016 ini melibatkan tiga pakar bahasa sebagai tim juri utama. Mereka adalah Drs. I Wayan Tama, M.Hum. (Balai Bahasa Provinsi Bali), Drs. I Made Madia, M.Hum., dan Dr. I G.A.A. Mas Tri Adnyani, S.S., M.Hum. (keduanya adalah dosen Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Udayana). Tim Juri Utama ini didampingi oleh beberapa praktisi dari Duta Bahasa Nasional dan dari komunitas yang ahli di bidangnya.
Sutrisna menjelaskan seleksi pada tahun ini diawali dengan pengumpulan makalah yang ditutup pada akhir 1 Juli 2016. Dari seleksi makalah tersebut terjaring 65 peserta yang lolos untuk mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang diadakan pada tanggal 14 Juli 2016. Dari hasil tes, skor tertinggi diperoleh oleh Putu Ayu Adiyanti dengan predikat Istimewa. Akumulasi nilai makalah dan UKBI digunakan untuk menentukan finalis Duta Bahasa Provinsi Bali 2016. Mereka adalah I Putu Angga Wijaya Sandy, A A Made Ariasih, I Gede Hadika, Kresna Wirawan, Ni Nyoman Clara Listya Dewi, I Made Dwi Hita Darmawan, Gek Ayu Krismayogi, I Wayan Adi Pranata, S.Ked., Novita Mulyana, Kadek Hendra Darmawan, Putu Ayu Adiyanti, I Komang Sukarma, Ni Luh Putu Diah Desvi Arina, I Putu Rama Candra, Anak Agung Istri Devi Wulandari, I Wayan Juniartawan, Gusti Ayu Made Dwi Adi Susanti, I Wayan Dedi Putra, Ni Kadek Desiani, Putu Bagus Mahardika, dan Ayu Riesky.
Berikutnya, pembekalan calon Duta Bahasa dilaksanakan pada 1 s.d. 3 Agustus 2016. Kegiatan ini diisi dengan pembekalan oleh ketiga dewan juri dan pembekalan kepribadian oleh Ni Nyoman Krisna Kumalayani, S.S. (Duta Bahasa Nasional 2010 dan Putri Pariwisata), tanya jawab, presentasi, debat, dan tes kemahiran berbahasa daerah dan bahasa asing. Semua kegiatan seleksi dilaksanakan di Balai Bahasa Bali. –ard,ten
Hadika dan Clara Wakili Bali ke Tingkat Nasional
No comments:
Post a Comment