Tuesday, August 23, 2016

Jadikan "Nulis" sebagai Gaya Hidup

 


Minggu itu, tak kurang dari 20 anak SMAN 7 Denpasar berkumpul di sebuah ruangan. Mereka yang dibagi menjadi empat kelompok tampak serius menyelesaikan sebuah permainan ringan, menyusun empat kata menjadi sebuah judul, sekaligus menentukan judul tersebut masuk ke topik/tema apa. “Modal untuk menulis sudah ada. Adik-adik sudah mampu menyusun kalimat judul yang pas dan menentukan tema,” ujar Ngurah Budi, Redaktur Pelaksana Tabloid Tokoh saat memberikan Pelatihan Dasar Jurnalistik bagi anak-anak Programa 7, SMAN 7 Denpasar.


1.Suasana Latdas bagi anak-anak SMAN 7 Denpasar yang memilih ekskul Jurnalistik (Programa 7)

 Suasana Latdas bagi anak-anak SMAN 7 Denpasar yang memilih ekskul Jurnalistik (Programa 7)


Ia memaparkan pengertian jurnalistik secara umum dan aktivitas menulis ini sebagai gaya hidup. Menulis merupakan bentuk komunikasi, selain membaca, mendengar dan  berbicara. Ngurah Budi menegaskan unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah berita adalah 5W1H (what, where, when, who, why, how). Yang tak kalah penting, sebuah berita akan menarik jika mengandung unsur aktual, kedekatan, human interest, trend, unik, konflik, popularitas, humor, dan seks.


“Jika serius menggeluti jurnalistik, adik-adik bisa jadi wartawan. Modal internalnya adik-adik sudah punya semua, suka ngobrol, suka nulis, suka jalan-jalan. Itu modal untuk menambah wawasan. Karena news always new,” imbuh Ngurah Budi yang lebih banyak mengupas menulis stright news Sementara, Inten Indrawati, Wartawan/Redaktur Tabloid Tokoh membahas tentang feature (berita kisah). Ia mengatakan, meski dalam penulisannya gaya tutur bahasanya lebih variatif dan menghibur, feature tetaplah sebuah laporan fakta. “Feature, beritanya lebih ringan, tidak terikat waktu  dan umumnya menjadi pelengkap stright news. Penekanannya pada emosi (humant interest) sehingga menuntut penulisnya untuk tajam membaca situasi,” ujarnya.


Dalam sesi latihan, mereka ditugaskan membuat berita hanya dengan bermodalkan brosur seadanya. Hasilnya, mereka mampu dan bahkan ada satu kelompok yang menuliskan judul sangat menarik. Saat sesi sharing, sebagian besar anak menyampaikan kendala dalam menulis adalah memilih dan menyusun kalimat. “Menulis itu tidak susah, yang penting ada Niat, Uraikan, Laksanakan, Intensifkan, Sebarkan. Jadikan NULIS sebagai gaya hidup” tegas Ngurah Budi. “Dan ingat, setelah ditulis, dibaca dan dibaca lagi berulang-ulang. Dari sana adik-adik pasti akan ketemu kalimat-kalimat yang pas dan enak dibaca,” imbuh Inten Indrawati.

Wakasek Kesiswaan Made Siarta dan guru Bahasa Indonesia Nanik yang mendampingi anak-anak selama Latdas ini menyampaikan ucapan terimakasih dan rasa bangganya kepada dua narasumber dari Tabloid Tokoh yang juga alumni SMAN 7 Denpasar. Ia menegaskan kepada siswanya, jika memang sudah memutuskan memilih ekskul jurnalistik, harus benar-benar ditekuni, jangan setengah-setengah. Karena apapun yang ditekuni dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang maksimal. –Inten Indrawati



Jadikan "Nulis" sebagai Gaya Hidup

No comments:

Post a Comment