Wednesday, July 27, 2016

Luangkan Waktu Main Bersama Anak

Bermain bersama anak merupakan bagian dari aktivitas yang menyenangkan bagi anak dan orangtua. Banyak manfaat yang bisa dirasakan.


 I Dewa Ayu Novia Saraswasti, S.H.

I Dewa Ayu Novia Saraswasti, S.H.


“Anak saya perempuan masih duduk di bangku SD kelas 2. Untuk permainan, saya suka bermain permainan edukasi dengannya. Permainan ini kami beli di mal, saat rekreasi bersama.  Permainan ini melatih daya pikir dan daya intelegensinya. Saya dan suami, biasa mendampingi dia untuk bermain,” ujar I Dewa Ayu Novia Saraswasti, S.H.

Perempuan yang berprofesi sebagai karyawan bank ini menambahkan, selain permainan yang ia beli di mal, ada juga permainan  dengan gadget.  “Biasanya kami  unduh aplikasinya. Kami pilihkan game-game yang melatih daya pikir anak dan melatih psikomotornya,” ujarnya. Selain itu, ia selalu mengawasi putrinya bermain agar tidak terlalu lama bermain dan melupakan kegiatan yang lain. “Kadang-kadang kami ajak juga ke tempat-tempat permainan yang ada di mal atau pusat perbelanjaan dimana kami bermain bersama-sama dengan memilih permainan ketangkasan,” kata perempuan yang akrab disapa Novi ini.

Ia juga  memasukkan putrinya ini,  ke satu  grup English Club dengan jadwal seminggu dua kali dimana dia bisa  bermain sambil belajar bahasa Inggris dengan teman-teman sebayanya. “Tujuanya agar dia bisa melatih psikomotornya sambil dia belajar berbahasa Inggris,” kata istri dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked. ini.

Novi mengatakan, waktu bermain bersama anak,  biasanya di  akhir pekan dan hari libur. “Untuk bermain ke tempat permainan yang ada di pusat perbelanjaan kami lakukan pada saat liburan sekolah. Jadi kami pilih dan batasi waktunya,” ujar ibunda Putu Prasista Ardyaswari Mahavira dan Made Prabandari Divya Mahacita ini.

Selain bermain bersama keluarga, putrinya juga bermain tiap sore bersama teman sebaya di lingkungan rumahnya. Permainan yang dipilih, dagang-dagangan, masak-masakan, petak umpet, dan main sepeda.

Menurutnya, bermain adalah kegiatan yang penting untuk anak-anak, tetapi harus bisa memilih dan memilah permainan yang positif dan bermanfaat untuk anak. “Kalau ada permainan yang disukai anak tetapi menurut kami tidak berguna dan berefek negatif maka akan kami larang, kami carikan permainan yang lebih bermanfaat,” kata perempuan usia 35 tahun ini.

Bermain bersama anak dan orangtua mempunyai banyak makna, seperti waktu mencurahkan kasih sayang dan perhatian orangtua kepada anaknya. Salah satu cara orangtua dalam membantu meningkatkan perkembangan daya pikir dan psikomotornya. Selain itu, dapat  menanamkan sifat mampu bekerjasama dan bersosialisasi dengan orang lain serta sikap sportif. Menunjukkan sikap selalu berusaha untuk mencapai tujuan seperti yang ada di setiap permainan  untuk memperoleh kemenangan.

Dengan maraknya anak-anak yang menyukai games online, Novi berpendapat,  games online memiliki  sisi positif dan sisi negatifnya. Sekarang tergantung orang yang memainkannya.  Kalau bermain game online sampai berjam-jam dan sampai lupa waktu mungkin banyak menimbulkan efek negatif seperti tidak mau melakukan kegiatan lain seperti sekolah atau bekerja.  Mungkin ada efek terhadap kesehatan karena terlalu lama di depan monitor, belum lagi biaya yang dikeluarkan mungkin akan banyak. Belum lagi efek ketagihan yang ditimbulkannya. Kalau bermain game online bisa memanfaatkannya dengan baik tentu saja  mendapat sisi positifnya.


BELAJAR BUAT SLIME

Sementara, bagi  Ny. Seniasih Giri Prasta, putri bungsunya yang masih SMP suka sekali bermain  slime. Slime ini material dengan tekstur kenyal menggumpal dan kadang sedikit lengket. Slime dieksplorasi dalam hal ragam bentuk atau warna.


Ny. Seniasih Giri Prasta

Ny. Seniasih Giri Prasta


Awalnya, ia tidak terlalu tahu, apa yang dimaksud putrinya itu. “Anak saya  minta uang mau beli bahan-bahan seperti sabun, shampoo, body lotion, dll. Katanya untuk  membuat slime,” kata  Ny. Seniasih Giri Prasta.

Ia memperhatikan dan mengamati kegiatan putrinya.  Dari berbagai bahan, putrinya ini mencampur untuk membuat satu bentuk kenyal yang bisa dibentuk dengan warna-warni.  Tiap sore, kegiatan itu pasti dilakoninya. “Anak saya punya satu dus perlengkapannya bermain slime,” kata Ny. Seniasih.

Menurutnya, apapun kegiatan putrinya pasti ia dukung, apalagi bermanfaat. “Mungkin ia suka di bidang kimia atau kedokteran nantinya seperti kakaknya setelah dewasa. Saya pasti mendukung sebagai orangtua,” imbuhnya.

Dari kecil putrinya itu suka bermain tradisional. Waktu ia sekeluarga masih tinggal di Plaga, anak-anaknya suka bermain di kebun dan bermain seperti anak-anak lainnya, seperti  dagang-dagangan.  Malah menurut pengamatannya, putrinya itu tak terlalu  tertarik permainan di game di internet.

Ia tak menampik, dengan kecanggihan teknologi, anak-anak sekarang sudah biasa  menggunakan ponsel yang bisa mengakses internet dan mengunduh game-game. Namun, ia hanya tegaskan kepada ketiga anak-anaknya, teknologi bermata dua, bisa memberikan efek negaif dan manfaat positif. Intinya mereka harus tahu dan bijak dalam menggunakan teknologi.

Seniasih juga bangga sejak menikah sudah memutuskan untuk menjadi ibu rumahtangga murni. Tugasnya mengurus suami dan anak-anak. Ia mempunyai banyak waktu untuk mengasuh ketiga anak-anaknya. Melihat perkembangan mereka dan mengawasi apa saja kegiatan mereka, termasuk permainan apa yang digemari mereka.

Saat ini, ia masih ikut bermain bersama putri bungsunya yang duduk di bangku SMP.  Dari tidak bisa, akhirnya ia sendiri bisa membuat slime karena terlalu sering melihat putrinya mencampur bahan-bahan. Selain bermain slime bersama putrinya, kadang mereka suka jogging bersama.–Wirati Astiti



Luangkan Waktu Main Bersama Anak

No comments:

Post a Comment