Tuesday, July 26, 2016

Lebih Humor Ketimbang Horor

 


Bagi penggemar film kartun, pasti tahu film Casper. Sosok hantu ceria yang selalu ingin bersahabat dengan manusia. Casper pun kerap dimusuhi sesama hantu karena tidak mau menakut-nakuti manusia. Ia lebih memilih untuk menolong manusia.


Yogi Suryananto

Yogi Suryananto


Kini, penggemar film animasi bersiaplah untuk menyaksikan film pendek “ Uma Si Hantu Jenaka”. Thriller film ini sudah ada di situs YouTube dengan durasi 1 menit. Film ini merupakan produksi Kementerian Perindustrian, Inkobator Bisnis (InBis) Tohpati, dan Bamboomedia.

“Film ini menceritakan Uma, hantu jenaka yang bersahabat dengan Ketut, seorang Office Boy. Ada kisah persahabatan, perjuangan, kebahagiaan, tantangan, dan keputusasaan. Semua dirangkum dalam kisah yang cenderung humor ketimbang horor,” ujar Yogi Suryananto, sutradara sekaligus supervisor produksi film ini.

Yogi menambahkan tokoh yang ada dalam film ini selain Uma dan Ketut adalah Pak Made (bos), Ayu (sekretaris), dan Bedul (satpam).  Film yang mengambil setting di kawasan Balai Diklat Industri (BDI) ini berdurasi 8 menit. Ide cerita sudah ada sejak dua tahun lalu. Konsep pun digagas bersama Putu Sudiarta, pemilik Bamboomedia.

Film ini digarap 20 orang yang terdiri dari siswa SMK 1 Denpasar dan mahasiswa Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali. “Mereka terpilih dari hasil pelatihan. Selanjutnya ikut Diklat Produksi Film Animasi dari 9 Mei – 26 Juli 2016. Mereka dibagi menjadi beberapa divisi antara lain modeling, layout, animasi, artist, storyboard, dan audio effect. Pengelompokan tugas sesuai dengan skill masing-masing,” ujar Yogi yang juga Research dan Development di Bamboomedia ini.

Kendala yang dihadapi selama proses kreatif ini lebih pada kemampuan peserta. Namun, semua bisa diatasi dengan kerja keras. Kekompakan mereka juga menjadi modal untuk mengeksplorasi kemampuan.

Dari proses pelatihan ini, peserta mendapat banyak pengalaman. Mereka jadi tahu bagaimana tekanan pekerjaan. Skill yang didapatkan juga meningkat.

“Kami berharap kreasi anak-anak muda dalam bidang animasi terus meningkat. Masyarakat pun bisa mendapat hiburan baru,” ujar pria asal Bungkulan, Buleleng ini.

Setelah proyek Uma ini rampung, tim akan mengerjakan proyek baru pembuatan film animasi Unyil. Film yang tenar di era 1980-an ini akan diproduksi lagi oleh PFRN dengan menggandeng beberapa studio, termasuk Bamboomedia. –Ngurah Budi



Lebih Humor Ketimbang Horor

No comments:

Post a Comment