Persiapan venue utama penyelenggaraan Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan berlangsung tanggal 28 Juli hingga 6 Agustus 2016, di Islamic Center Mataram, sudah terlihat siap. Sebagai tuan rumah kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional ke-26 tersebut.
Semua yang terkait dengan pelaksanaan MTQ Nasional tengah dikerjakan untuk diselesaikan baik dari sisi sarana pendukung maupun infrastruktur venue dengan target rampung sebelum hari H pelaksanaan. Sebagai daerah yang dikenal religius, Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja keras menuju Tri Sukses MTQ, yaitu sukses administrasi (persiapan), sukses pelaksanaan dan sukses pelaporan.
Selain sebagai venue utama penyelenggaraan MTQN tahun 2016, keberadaan Islamic Center milik masyarakat NTB yang berlokasi di Mataram ini, akan menjadi simbol peradaban Islam yang berdiri di Bumi Gora.
Islamic Center yang berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektar di sudut Jalan Langko dan Udayana yang merupakan jalur utama ini mulai dibangun sejak masa kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Bangunan ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 nama-nama Allah (Asma’ul Husna).
Dari menara bangunan Islamic Center yang megah ini bisa terlihat Kota Mataram dari berbagai sisi. Kehadiran Islamic Center Mataram mewakili suasana religius masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Dalam sejarah penyebaran Islam, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu simpul daerah peradaban Islami di nusantara. Sebagai daerah yang terkenal dengan sebutan seribu masjidnya- jumlah masjid yang ada di NTB yakni kurang lebih 5.000 unit dan tersebar utamanya di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok- hingga saat ini, NTB kini telah memiliki simbol peradaban Islam sebagai salah satu identitas daerah.
Untuk itulah, pemerintah daerah berkomitmen membangun Islamic Centre ini sebagai pusat peradaban Islam modern. Pembangunan Islamic Center (IC) ini bukan sekedar simbol, melainkan mengandung makna yang jauh lebih mendasar adalah menjadikannya sebagai wahana pelestarian dan pengembangan peradaban Islami modern di masa kini dan di masa yang akan datang, antara lain sebagai sarana pendidikan, peribadatan, museum, sport hall, wisata religi, pasar seni, hotel dan gedung pertemuan (convention hall) yang mendukung terciptanya peradaban Islam modern yang tetap berpegang teguh dengan qur’an dan sunnah.
Pembangunan gedung IC dilakukan secara bertahap, yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. “Pembangunan IC merupakan iktiar untuk menancapkan tonggak peradaban Islam yang selama ini terpencar-pencar di NTB agar bisa menyatu menjadi satu bagian yang utuh. Jadi melihat kondisi itu jelas kita perlu membangun induk dari ribuan masjid tersebut. Pembangunan Islamic Center ke depan akan dikembangkan menjadi salah satu pusat wisata religi terbesar di kawasan Indonesia Timur,” kata Gubernur NTB ketika pertama kali membuka selubung papan nama sebagai tanda dimulainya pembangunan Islamic Center di Mataram, bulan Maret 2010 lalu.
Pembangunan Islamic Centre ini sekaligus dihajatkan sebagai Darul Munasabah, yakni sebagai tempat bagi semua elemen masyarakat, organisasi islam, organisasi budaya berkumpul dan bermusyawarah untuk menciptakan NTB yang lebih baik bagi generasi yang akan datang. Pembangunan Islamic Centre, merupakan bangunan terintegrasi yang di dalamnya akan terdapat berbagai fasilitas, seperti sarana peribadatan, fasilitas pendidikan, gedung pertemuan, fasilitas perpustakaan, fasilitas wisata, fasilitas perkantoran, fasilitas seni budaya bahkan juga fasilitas bisnis berupa perhotelan. Pembangunan kompleks pendidikan yang merupakan community colleges, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi berupa gedung berlantai empat. -Naniek I. Taufan
IC Akan Difungsikan Perdana untuk MTQN
Kini, wajah Islamic Center itu telah tampak secara utuh dan akan menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Gora, Nusa Tenggara Barat dan akan difungsikan pertama kali saat MTQ Nasional yang sebentar lagi akan digelar di tempat ini.
Selain Masjid Islamic Center Kota Mataram sebagai pusat penyelenggaraannya, ada 10 venue kegiatan lain yang tampak siap menerima para kafilah dari berbagai daerah di tanah air. Begitu juga dengan infrastruktur jalan bagi kedatangan para kafilah dari Lombok Internasional Airport (LIA) telah siap sebelum kegiatan berlangsung.
Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH.M.Si meninjau Islamic Center bersama dengan panitia penyelenggara MTQN 2016
MTQ Nasional 2016 ini akan diikuti oleh 34 provinsi dengan total 1.496 peserta. Mengambil tema MTQ Nasional upaya mewujudkan revolusi mental dalam memantapkan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil A’lamiin, sebagai tuan rumah, NTB berharap MTQ kali ini memberikan manfaat lebih dan berkesan bagi para peserta dari seluruh tanah air. Karena itulah Pemerintah Provinsi NTB sangat serius dalam menyukseskan kegiatan ini.
Pada rapat panitia persiapan perhelatan MTQ Nasional ke-26 yang dilaksanakan langsung di lokasi penyelenggaraan MTQN di Islamic Center Mataram beberapa hari lalu, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si, yang memimpin langsung rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran SKPD dan instansi yang terkait dengan suksesnya penyelenggaraan MTQN di NTB, meminta semua pihak untuk bekerja keras dalam rangka menyukseskan event tersebut. “Saat ini pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan MTQN ini sebaiknya menjaga kesehatan agar tidak sakit, kalaupun sakit, jangan sampai opnamelah,” ungkap Wagub bercanda. Inilah bentuk kesungguhan dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini.
Cabang-cabang yang dilombakan dalam MTQN 2016, menurut Menteri Agama, Lukman Hakim pada saat rapat koordinasi Panitia Penyelenggara MTQN 2016 di Jakarta beberapa waktu lalu, ada sedikit mengalami perubahan. Jika pada MTQ sebelumnya melibatkan 7 cabang dan 17 golongan, namun tahun ini bertambah menjadi 18 golongan, yaitu khat kontemporer. Jenis golongan ini merupakan cabang lomba yang dilaksanakan secara periodik, yaitu setiap 2 tahun sekali.
Dengan ajang MTQ Tahun 2016 ini, Nusa Tenggara Barat berharap bisa menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan nasional yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dan seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi kaum muslimin di Nusa Tenggara Barat diharapkan akan mendukung pelaksanaan MTQ Nasional ini sehingga dapat berjalan lancar dan sukses.
Wakil Gubernur NTB mengungkapkan bahwa, MTQN 2016 ini tidak hanya akan menjadi agenda bagi kaum muslimin melainkan juga agenda bagi selutuh lapisan masyarakat NTB. ‘’Masyarakat kami mayoritas muslim dan sangat toleran dengan agama lainnya. Ini bukan saja agenda bagi kaum muslim saja, namun ini merupakan agenda seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Barat,’’ ungkap Wagub.
Untuk memastikan persiapan penyelenggaraan NTMQ Nasional 2016 ini, Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, S.H., M.Si., telah secara langsung meninjau Islamic Center yang dijadikan venue utama perhelatan MTQ Nasional 2016. “Insya Allah, kita akan terus evaluasi persiapan MTQ sedetail-detailnya,” ungkap Gubernur. Keduanya meninjau beberapa lokasi seperti lokasi untuk mimbar tilawah, lokasi panggung, lokasi untuk tempat duduk VIP, lokasi Pameran Peradaban Islam, lokasi yang dijadikan tempat parkir serta instalasi listrik yang dibutuhkan. Sebagai Ketua Umum MTQ Nasional tersebut, Wakil Gubernur NTB menjamin persiapan venue tersebut siap untuk digunakan. “Saya optimis, MTQ ini akan berjalan lancar dan sukses sesuai harapan kita semua. Apalagi MTQN di NTB kali ini memiliki kegiatan yang berbeda dengan MTQN di daerah lain sebelumnya,” kata wagub. -Naniek I. Taufan
NTB Menuju Tri Sukses MTQ
No comments:
Post a Comment