Thursday, July 28, 2016

“When Fashion Meets Culture”

 


HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Bali menggelar HIPMI Fashion

(HFW) 2016. Gala Event dunia Fahion yang . mengusung tema “When Fashion Meets Culture” ini di buka Kamis (21/7) di di Beachwalk Shoping Center, Kuta.

Pagelaran yang didukung oleh Beachwalk Shopping Center, Kuta ini, mendapat dukungan dari Ketua Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota seperti  Gianyar , Denpasar dan Badung  juga mendapatkan dukungan dari  Kantor Pos,  Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Kementrian Pariwisata hingga kehadiran make up artis dunia Paris Hilton yakni Rob Peetom.

Menariknya lagi sekaligus bedanya HIPMI Fashion Week ini dengan acara sejenis lainnya adalah selain mampu mengakomodir semua pelaku dan beragam jenis potensi yang ada dalam industri fashion. Mulai dari sosok sang desainer, kreativitas karyanya, baik di bidang busana, akseseori penunjangnya, pengguna, pengamat, pemerintah juga pembeli yang akan mendukung dan tak ketinggalan membuka ruang, peluang dan kesempatan yang luas bagi generasi muda yang memiliki talenta di bidang fashion di Bali khususnya dan di Indonesia umumnya.

Menurut Ketua  HIPMI Bali, IGAA Inda Trimafo Yudha, acara  yang diselenggarakan oleh HIPMI Bali ini berlangsung selama sepekan, sejak 21 – 31 Juli mengingat industry fashion  sangat berkembang baik di Bali, untuk itu HIPMI


 IGAA Inda Trimafo Yudha

IGAA Inda Trimafo Yudha


juga ingin lebih lagi mengakomodir para desainer kreatif di Bali  serta memperkenalkan fashion yang tidak lepas dari sentuhan warisan budaya  melalui penggunaan material pada setiap rancangannya.

Dikatakan oleh pemilik usaha coklat Pod dan True Bali Experience  ini, HIPMI

Fashion Week yang digelar pertama kalinya ini di arena acara membuka sekitar 53 stan pameran aneka produk fashion industri. Selain itu juga di gelar fashion & beauty talk show dan setiap harinya disuguhkan  fashion show dari para desainer lokal maupun desainer tamu. Sebelumnya juga dilaksanakan sebuah kompetisi Fashion Sket Exhibition. Untuk menggali bakat , menggairahkan  serta memberikan penghargaan kepada para desainer muda atau pemula dalam berkarya demi mampu bersaing di kancah nasional maupun level internasional.

Pagelaran Gala Event seperti HFW ini terselenggara, lanjut cucu pahlawan I Gusti Ngurah Rai ini, juga melihat dan mengingat Bali adalah pusat pariwisata yang dikenal kaya dengan seninya termasuk  fashion. “Maka, walau acara terkesan mendadak,  tetap akan banyak buyer yang datang sekaligus mendukung acara tersebut. Terlebih kegiatan ini juga ditujukan untuk semakin menguatkan lagi perkembangan dunia fashion, terutama dari sisi bisnis, dia menuturkan, ini merupakan pintu gerbang bagi industri kreatif  untuk bertumbuh dan bersaing di dunia,” ujar istri dari Toby Challanger Garrit ini.

Selanjutnya putri pasangan I Gusti Ngurah Alit Yudha dan I Gusti  Agung

Wardhani Pindha ini, menyampaikan bahwa HIPMI akan mengupayakan program ini akan menjadi agenda tetap mereka dan tak lupa  mengajak masyarakat untuk menyaksikan acara HIPMI Fasion Week di Beachwalk, sebab seluruh suguhan acaranya sangat menarik dan inspiratif.

Ketua Panitia HIPMI FW 2016, I Wayan Gede Ari Danangga menambahkan jika  pada ajang HFW ini bukan hanya mengakomodasi kalangan fashion tapi juga partisipasi masyarakat sebagai pengguna fashion juga pemerintah selalu pembuat kebijakan. Mengenai dipilihnya Beachwalk Kuta menjadi lokasi acara, mengingat selama ini diperkirakan mampu menghadirkan pengunjungi sekitar 25 ribu sampai 30 ribu per hari. – Sri Ardhini



“When Fashion Meets Culture”

Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Bertambah

 


Badan Pusat Statistik DKI Jakarta merilis data tentang jumlah warga miskin di Jakarta bertambah. BPS menyebut jumlah penduduk Jakarta yang miskin mengalami kenaikan 0,14 poin jika dibanding tahun lalu. Disebutkan, jumlah penduduk miskin pada bulan September 2015 mencapai 368.670 orang atau 3,61% dari total penduduk Jakarta. Maret 2016, jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 384.300 orang atau 3,75%. Artinya, ada peningkatan 15.630 orang atau meningkat 0,14 poin.

Tapi data itu dibantah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Ia meragukan data yang dirilis BPS DKI Jakarta. Menurutnya, data-data tersebut tidak valid. Djarot khawatir bunyi data tersebut demikian karena tidak semua orang yang disurvei memiliki KTP DKI Jakarta. Sebagaimana diketahui, Jakarta dihuni bukan hanya oleh mereka yang ‘BerKTP’ DKI Jakarta tapi juga orang dari daerah lain. Yang dimaksud Djarot adalah para pendatang dari daerah (urbanisasi) yang  tidak memiliki dokumen kependudukan Jakarta.

“Saya tidak yakin data itu. Penduduk miskin pasti ada. Tapi data-data itu (BPS) juga termasuk orang-orang yang tidak ber-KTP Jakarta. Kami akan menanyakan hal ini ke BPS,” kata mantan Walikota Blitar itu. Dengan mengetahui data-data persis dari BPS Jakarta,  kata Djarot, Pemda bisa mengambil langkah-langkah terkait penduduk miskin ini.

Menurut  laporan Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi DKI Jakarta, Sri Santo Muliatinah, Garis Kemiskinan (GK) bulan Maret 2016 sebesar Rp 510.0359 per kapita per bulan, lebih tinggi dibanding GK September 2015 yakni sebesar Rp 503.038 per kapita per bulan dan GK Maret 2015 sebesar Rp 487.388 per kapita per bulan.

“Peranan komoditi makanan terhadap GK jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan GK Makanan terhadap GK Maret 2016 sebesar 64,59% (Rp 329.644), sedangkan sumbangan GK  Non Makanan terhadap GK sebesar 35,41 % (Rp 180.715),” papar Sri.


Salah satu daerah pemukiman kumuh di Jakarta

Salah satu daerah pemukiman kumuh di Jakarta


Menurut Sri, sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan tahun 2016 adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2016. Jumlah sampel Susenas di DKI Jakarta adalah 5.200 rumah tangga. Selain itu juga digunakan hasil survei SPKKD (Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar) yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masing-masing komoditi pokok bukan makanan.

“BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung persentase penduduk miskin terhadap total penduduk. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” jelasnya. Ia menambahkan,  metode menghitung GK terdiri dari dua komponen yakni GK Makanan dan GK non-Makanan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui ada peningkatan penduduk miskin di Jakarta namun demikian ia tidak sepakat dengan konsep survei yang dilakukan BPS Jakarta. Yang dimaksud Ahok, begitu sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta, seharusnya yang disurvei adalah benar-benar warga Jakarta, dalam artian memiliki KTP Jakarta. Karena BPS dalam melakukan survei tanpa menanyakan apakah yang bersangkutan memiliki KTP Jakarta atau tidak.

“Saya tidak setuju dengan konsep survei BPS seperti itu. Semua yang ditemui ditanya, tapi tidak bertanya apakah punya KTP Jakarta atau tidak,” tegas Ahok. “Kamu tanya sama BPS benar enggak kalimat saya seperti itu. Dia (BPS) bilang angka kemiskinan naik sudah termasuk yang pendatang dihitung. Saya sempat menanyakan itu. Katanya, memang begitu pak, semua orang yang ketemu di Jakarta dinilai,” ucap Ahok.

Tapi diakui Ahok, bahwa memang dia pun meyakini angka kemiskinan tahun ini meningkat malah dalam perkiraan Ahok jumlahnya lebih tinggi dibanding data BPS. Menurut Ahok naiknya jumlah warga miskin,  salah satu sebabnya adalah nilai dolar AS naik. “Pasti meningkat. Nilai dolar AS naik, pasti penghasilan turun,” katanya.

Menurutnya, warga miskin di Jakarta berkisar 17%. Angka ini katanya diperoleh dari survei penduduk miskin di Ibukota menggunakan nilai KHL (Kebutuhan Hidup Layak). Sedang data BPS menyebut jumlah penduduk miskin hanya 3,7%. Perbedaan angka tersebut karena BPS menggunakan standar 2.500 kalori per hari dalam melakukan survei.

“Survei dengan menggunakan KHL telah dilakukan sejak 2014. Survei itu hanya dilakukan terhadap warga yang memiliki KTP DKI Jakarta saja,” kata Ahok di Balaikota. “Survei BPS menggunakan tolok ukur 2.500 kalori per hari. Kami minta cara surveinya diubah,” ujar Ahok.

SUBSIDI UNTUK ORANG MISKIN

Guna meringankan beban warga DKI Jakarta, kata Ahok, Pemda memberikan berbagai subsidi. “Faktor yang menyebabkan kemiskinan, kan, transportasi, perumahan, pendidikan, kesehatan. Bidang-bidang itu yang kami upayakan untuk memberi subsidi. Misalnya untuk subsidi transportasi yakni PSO (Public Service Obligation) setiap tahunnya mengalami peningkatan. PSO dianggarkan menjadi Rp 3,2 triliun, subsidi pendidikan Rp 2 triliunan” paparnya.

Selain itu, Pemprov juga berencana membangunan apartemen sewa dengan harga indekos di atas depo LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara serta subsidi rumah susun. “Jadi akan ada banyak subsidi silang. Di antaranya dari kontribusi tambahan dari pengembang. Kami tidak ingin habiskan pembangunan infrastruktur dengan uang APBD. Kami ingin uang infrastruktur adalah bagian dari pengembang, termasuk ERP, parkir, dll,” paparnya panjang-lebar kepada wartawan.

Sementara itu Kepala BPS DKI Jakarta, Syech Suhaimi mengatakan, jika Gubernur DKI Jakarta tidak puas dengan survei BPS, silakan melakukan survei sendiri. Namun ditegaskannya bahwa apa yang diinginkan Gubernur bahwa seharusnya BPS melakukan survei hanya pada penduduk Jakarta yang ber-KTP, tidak bisa dilakukan karena hal itu menyalahi aturan.

“Kalau beliau mengharapkan penduduk tidak ber-KTP DKI Jakarta tidak disurvei, itu menyalahi,” ucap Suhaimi. Menurutnya, BPS dalam melakukan survei menggunakan metode yang berstandar internasional sehingga penggunaannya sudah berjalan secara universal.

Jika nanti pihak Pemda DKI Jakarta ingin melakukan survei sendiri, tambahnya, hasilnya tidak bisa dibandingkan dengan hasil dari BPS karena metode yang digunakan berbeda. “Kalau berbeda tidak bisa dibandingkan. Perbedaan metode bisa menimbulkan perbedaan angka yang signifikan. Kalau mau membandingkan harus menggunakan metode yang sama,” paparnya. -Diana Runtu



Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Bertambah

NTB Menuju Tri Sukses MTQ

 


Persiapan venue utama penyelenggaraan Musyabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang akan berlangsung tanggal 28 Juli hingga 6 Agustus 2016, di Islamic Center Mataram, sudah terlihat siap. Sebagai tuan rumah kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional ke-26 tersebut.

Semua yang terkait dengan pelaksanaan MTQ Nasional tengah dikerjakan untuk diselesaikan baik dari sisi sarana pendukung maupun infrastruktur venue dengan target rampung sebelum hari H pelaksanaan. Sebagai daerah yang dikenal religius, Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja keras menuju Tri Sukses MTQ, yaitu sukses administrasi (persiapan), sukses pelaksanaan dan sukses pelaporan.

Selain sebagai venue utama penyelenggaraan MTQN tahun 2016, keberadaan Islamic Center milik masyarakat NTB yang berlokasi di Mataram ini, akan menjadi simbol peradaban Islam yang berdiri di Bumi Gora.

Islamic Center yang berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektar di sudut Jalan Langko dan Udayana yang merupakan jalur utama ini mulai dibangun sejak masa kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Bangunan ini dilengkapi dengan menara setinggi 99 meter sesuai dengan 99 nama-nama Allah (Asma’ul Husna).

Dari menara bangunan Islamic Center yang megah ini bisa terlihat Kota Mataram dari berbagai sisi. Kehadiran Islamic Center Mataram mewakili suasana religius masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Dalam sejarah penyebaran Islam, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu simpul daerah peradaban Islami di nusantara. Sebagai daerah yang terkenal dengan sebutan seribu masjidnya- jumlah masjid yang ada di NTB yakni kurang lebih 5.000 unit dan tersebar utamanya di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok- hingga saat ini, NTB kini telah memiliki simbol peradaban Islam sebagai salah satu identitas daerah.

Untuk itulah, pemerintah daerah berkomitmen membangun Islamic Centre ini sebagai pusat peradaban Islam modern. Pembangunan Islamic Center (IC) ini bukan sekedar simbol, melainkan mengandung makna yang jauh lebih mendasar adalah menjadikannya sebagai wahana pelestarian dan pengembangan peradaban Islami modern di masa kini dan di masa yang akan datang, antara lain sebagai sarana pendidikan, peribadatan, museum, sport hall, wisata religi, pasar seni, hotel dan gedung pertemuan (convention hall) yang mendukung terciptanya peradaban Islam modern yang tetap berpegang teguh dengan qur’an dan sunnah.

Pembangunan gedung IC dilakukan secara bertahap, yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. “Pembangunan IC merupakan iktiar untuk menancapkan tonggak peradaban Islam yang selama ini terpencar-pencar di NTB agar bisa menyatu menjadi satu bagian yang utuh. Jadi melihat kondisi itu jelas kita perlu membangun induk dari ribuan masjid tersebut. Pembangunan Islamic Center ke depan akan dikembangkan menjadi salah satu pusat wisata religi terbesar di kawasan Indonesia Timur,” kata Gubernur NTB ketika pertama kali membuka selubung papan nama sebagai tanda dimulainya pembangunan Islamic Center di Mataram, bulan Maret 2010 lalu.

Pembangunan Islamic Centre  ini sekaligus dihajatkan sebagai Darul Munasabah, yakni sebagai tempat bagi semua elemen masyarakat, organisasi islam, organisasi budaya berkumpul dan bermusyawarah untuk menciptakan NTB yang lebih baik bagi generasi yang akan datang. Pembangunan Islamic Centre, merupakan bangunan terintegrasi yang di dalamnya akan terdapat berbagai fasilitas, seperti sarana peribadatan, fasilitas pendidikan, gedung pertemuan, fasilitas perpustakaan, fasilitas wisata, fasilitas perkantoran, fasilitas seni budaya bahkan juga fasilitas bisnis berupa perhotelan. Pembangunan kompleks pendidikan yang merupakan community colleges, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi berupa gedung berlantai empat. -Naniek I. Taufan


 
IC Akan Difungsikan Perdana untuk MTQN

Kini, wajah Islamic Center itu telah tampak secara utuh dan akan menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Gora, Nusa Tenggara Barat dan akan difungsikan pertama kali saat MTQ Nasional yang sebentar lagi akan digelar di tempat ini.

Selain Masjid Islamic Center Kota Mataram sebagai pusat penyelenggaraannya, ada 10 venue kegiatan lain yang tampak siap menerima para kafilah dari berbagai daerah di tanah air. Begitu juga dengan infrastruktur jalan bagi kedatangan para kafilah dari Lombok Internasional Airport (LIA) telah siap sebelum kegiatan berlangsung.


Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH.M.Si meninjau Islamic Center bersama dengan panitia penyelenggara MTQN 2016

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH.M.Si meninjau Islamic Center bersama dengan panitia penyelenggara MTQN 2016


MTQ Nasional 2016 ini akan diikuti oleh 34 provinsi dengan total 1.496 peserta. Mengambil tema MTQ Nasional upaya mewujudkan revolusi mental dalam memantapkan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil A’lamiin, sebagai tuan rumah, NTB berharap MTQ kali ini memberikan manfaat lebih dan berkesan bagi para peserta dari seluruh tanah air. Karena itulah Pemerintah Provinsi NTB sangat serius dalam menyukseskan kegiatan ini.

Pada rapat panitia persiapan perhelatan MTQ Nasional ke-26 yang dilaksanakan langsung di lokasi penyelenggaraan MTQN di Islamic Center Mataram beberapa hari lalu, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si, yang memimpin langsung rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran SKPD dan instansi yang terkait dengan suksesnya penyelenggaraan MTQN di NTB, meminta semua pihak untuk bekerja keras dalam rangka menyukseskan event tersebut. “Saat ini pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan MTQN ini sebaiknya menjaga kesehatan agar tidak sakit, kalaupun sakit, jangan sampai opnamelah,” ungkap Wagub bercanda. Inilah bentuk kesungguhan dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini.

Cabang-cabang yang dilombakan dalam MTQN 2016, menurut Menteri Agama, Lukman Hakim pada saat rapat koordinasi Panitia Penyelenggara MTQN 2016 di Jakarta beberapa waktu lalu, ada sedikit mengalami perubahan. Jika pada MTQ sebelumnya melibatkan 7 cabang dan 17 golongan, namun tahun ini bertambah menjadi 18 golongan, yaitu khat kontemporer. Jenis golongan ini merupakan cabang lomba yang dilaksanakan secara periodik, yaitu setiap 2 tahun sekali.


Dengan ajang MTQ Tahun 2016 ini, Nusa Tenggara Barat berharap bisa menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan nasional yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dan seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi kaum muslimin di Nusa Tenggara Barat diharapkan akan mendukung pelaksanaan MTQ Nasional ini sehingga dapat berjalan lancar dan sukses.

Wakil Gubernur NTB mengungkapkan bahwa, MTQN 2016  ini tidak hanya akan menjadi agenda bagi kaum muslimin melainkan juga agenda bagi selutuh lapisan masyarakat NTB. ‘’Masyarakat kami mayoritas muslim dan sangat toleran dengan agama lainnya. Ini bukan saja agenda bagi kaum muslim saja, namun ini merupakan agenda seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Barat,’’ ungkap Wagub.

Untuk memastikan persiapan penyelenggaraan NTMQ Nasional 2016 ini, Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, S.H., M.Si., telah secara langsung meninjau Islamic Center yang dijadikan venue utama perhelatan MTQ Nasional 2016. “Insya Allah, kita akan terus evaluasi persiapan MTQ sedetail-detailnya,” ungkap Gubernur. Keduanya meninjau beberapa lokasi seperti lokasi untuk mimbar tilawah, lokasi panggung, lokasi untuk tempat duduk VIP, lokasi Pameran Peradaban Islam, lokasi yang dijadikan tempat parkir serta instalasi listrik yang dibutuhkan. Sebagai Ketua Umum MTQ Nasional tersebut, Wakil Gubernur NTB menjamin persiapan venue tersebut siap untuk digunakan. “Saya optimis, MTQ ini akan berjalan lancar dan sukses sesuai harapan kita semua. Apalagi MTQN di NTB kali ini memiliki kegiatan yang berbeda dengan MTQN di daerah lain sebelumnya,” kata wagub. -Naniek I. Taufan



NTB Menuju Tri Sukses MTQ

Wednesday, July 27, 2016

Bahagia Kalau Orang Lain Bahagia

 


Aplikasi Go-Jek makin dikenal masyarakat. Dari anak-anak hingga orang tua tahu aplikasi ini. Dari yang hanya tahu dari teman hingga yang memanfaatkan aplikasi ini. Salah satu tokoh yang berada dibalik aplikasi ini adalah Alamanda Shantika Santoso.

Perempuan mungil yang akrab disapa Ala ini bertanggung jawab terhadap operasional dari aplikasi ini. “Saya berpikir, saya kerja bukan untuk Nadiem (CEO Go-Jek) tetapi untuk ratusan ribu orang yang bergantung dari aplikasi ini. Kalau aplikasi error, bukan komplin dari Nadiem yang saya takutkan. Saya lebih memikirkan bagaimana ratusan ribu driver kami yang ada di jalanan menunggu aplikasi diperbaiki,” ungkapnya saat ditemui di  acara sosialisasi kompetisi “The NextDev 2016” di Denpasar.

Ia menuturkan startup yang dikembangkan ini berawal dari 5 programmer. Mereka membuat sebuah aplikasi yang membantu memudahkan driver ojek mendapatkan konsumen dan di sisi lain memudahkan konsumen mendapatkan layanan ojek.


Alamanda Shantika

Alamanda Shantika


Pemilihan aplikasi berbasis mobile ini lebih advance dibanding dengan yang berbasis web. Namun, ia yakin, di kemudian hari, akan ada lagi aplikasi yang lebih advance dari mobile. “Saya saja sekarang mungkin sudah tidak terlalu jago dalam bahasa program. Staf saya lebih jago. Artinya, pengetahuan itu terus berkembang,” ujar perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan IT, matematika, dan desain ini.

Ketika Go-Jek dihadapkan dengan situasi konvensional dan modern, Ala mengaku hadirnya Go-Jek untuk memudahkan para tukang ojek yang selama ini melakukan pelayanan konvensional. Aplikasi yang memudahkan konsumen mendapatkan driver dan membekali driver dengan ponsel berbasis android, awalnya dipandang sebagai sesuatu yang gila.

“Nadiem ditanya sama orang-orang kok berani ngasi tukang ojek ponsel android. Bagi kami, harus ada terobosan untuk membuat sesuatu yang beda. Ternyata, apa yang kami lakukan ini diterima masyarakat. Kehadiran kami ternyata diterima di hati masyarakat. Kami berharap tukang ojek konvensional bisa memanfaatkan aplikasi ini. Di sisi lain, banyak tukang ojek yang dulunya tidak mengerti ponsel android mau belajar dan akhirnya bisa,” ujar perempuan yang bercita-cita menjadi Menteri Pendidikan ini.

Ala membandingkan bagaimana Indonesia sekarang dengan Amerika Serikat dulu. Lembah Silikon yang menjadi kawah candradimuka untuk menggodok berbagai start up berhasil menghasilkan berbagai produk. Indonesia pun sudah bergerak ke aras itu. Kini sudah banyak hadir anak-anak muda yang menghasilkan startup. Ia berharap lima tahun ke depan, anak-anak muda Indonesia sudah bisa seperti anak-anak muda di Lembah Silikon.

Ia berharap sejak kuliah, para mahasiswa sudah dibekali dengan kemampuan untuk menghasilkan berbagai startup. Ini akan menjadikan ekosistem digital Indonesia lebih maju. Kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya resources sehingga antara satu dan yang lain saling ambil. Ke depan, persaingan harus dibuat lebih sehat.


HADIAH 6M

Terkait “The NextDev”, Ala yang juga salah satu juri  menuturkan kompetisi yang mengusung tema Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia, menantang kawula muda Denpasar untuk menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positif, terutama dalam hal pengembangan Kota Pintar (Smart City) dan daerah pedesaan.

“Kompetisi ini bisa menjadi mata air untuk mengairi bakat-bakat anak muda Indonesia di bidang IT. Ini bukan sekadar peluang tetapi ini ada rasa tanggung jawab kita sebagai generasi muda bangsa,” ujar perempuan yang mengaku hidupnya bahagia kalau melihat orang lain bahagia.

The NextDev mengajak kawula muda untuk mewujudkan imajinasi dan ide mereka tentang Smart City dan menjadi bagian dari program untuk membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Tahun ini The NextDev hadir dengan konsep yang lebih menantang dengan tetap fokus pada pengembangan Smart City, dengan ruang lingkup yang lebih luas yaitu kategori pengembangan aplikasi untuk rural atau pedesaan.

Dalam kompetisi The NextDev 2016, terdapat sembilan sub tema yang memiliki fokus tersendiri sebagai dasar pengembangan solusi. Kesembilan sub tema yang bisa dipilih oleh peserta adalah agrikultur, kemaritiman, usaha kecil dan menengah (UKM), pemerintahan, energi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

Selain menciptakan karya yang akan bermanfaat bagi orang banyak,  tiga tim terbaik juga akan mendapatkan berbagai hadiah menarik yang disebut dengan 6M, yakni Market Access (akses pasar), Marketing (publisitas), Mentoring (pelatihan dan pendampingan), Management Trip (study visit ke pelaku industri telekomunikasi di luar negeri), Money (uang tunai), dan Monetizing (peluang besar untuk memperoleh pendapatan melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait).

GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Ihsan  menambahkan melalui “The NextDev 2016” ini, Telkomsel ingin para generasi muda Indonesia di wilayah Denpasar dan sekitarnya untuk turut berkontribusi secara aktif memanfaatkan teknologi yang melahirkan solusi dan memberikan dampak sosial yang positif bagi bangsa. “Dengan tingginya partisipasi dari mereka, diharapkan akan terjaring lebih banyak lagi ide-ide kreatif dan solutif yang dapat mempercepat penerapan Smart City di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di kota Denpasar,” ujarnya. –Ngurah Budi



Bahagia Kalau Orang Lain Bahagia

Perempuan dalam Adat Budaya Sumbawa

 


Bunyi rantok (alat penumbuk padi tradisional Sumbawa yang terbuat dari kayu) bergemuruh. Itu tandanya di kampung tersebut akan ada seorang gadis yang hendak dinikahkan. Membunyikan alat penumbuk padi tradisional ini adalah kebiasaan turun-temurun masyarakat bersuku Samawa di Sumbawa. Peristiwa budaya ini bahkan tidak lekang dimakan waktu karena sampai saat ini tradisi tersebut masih dilakukan. “Bahkan saat ini lebih berkembang lagi,” ungkap H. Hasanuddin, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan budaya yang dilakukan para perempuan ini masih terus dipertahankan. Suasananya menjadi sangat ramai dan riuh. Kegiatan membunyikan rantok yang disebut baguntung dilakukan ketika seorang perempuan usai di bada’ (diberitahukan bahwa ia akan dinikahkan). Dalam tradisi bada’ tempo dulu, orangtua dan keluarga pihak perempuan akan memberitahu si gadis, bahwa kini ia telah resmi menjadi calon pengantin bagi laki-laki yang telah meminangnya. Ini berkaitan erat dengan pernikahan masyarakat Sumbawa tempo dulu yang lebih sering dijodohkan.

Karenanya, si gadis biasanya akan larut bersedih atau haru sepanjang malam usai di-bada’. Tidak jarang pula histeris karena kaget atau belum siap namun harus menjalaninya, meski dalam masyarakat Samawa biasanya anak perempuan dinikahkan pada usia yang sudah dianggap matang, 20 tahun ke atas.

Menurut Hasanuddin, makna membunyikan rantok ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada anak gadis di kampung tersebut yang akan dinikahkan. “Ini sekaligus sebagai tanda untuk memberitahukan para lelaki untuk tidak mengganggu atau mendekati lagi gadis yang dimaksud karena ia akan menikah,” ujarnya. Selain itu, makna baguntung (membunyikan rantok) adalah untuk pemberitahuan sekaligus pemanggilan kepada seluruh kerabat yang ada di kampung tersebut untuk melaksanakan tradisi Nunya Rame (menumbuk padi bersama-sama).

Selain untuk keluarga dan kerabat, bunyi rantok dalam kegiatan baguntung ini juga untuk pemberitahuan kepada masyarakat akan adanya acara pernikahan. “Dengan begitu masyarakat juga akan segera menyiapkan diri untuk menjadi bagian dari kegiatan tersebut untuk bergotong-royong dan berpartisipasi menyukseskan pernikahan dimaksud,” kata Mustakim Biawan, budayawan Sumbawa.

Peran perempuan dalam kegiatan budaya ini sangat menonjol karena seluruh prosesi baguntung dilakukan oleh perempuan. Di samping baguntung, dalam tradisi daur ulang (siklus hidup) masyarakat Sumbawa, nyaris seluruh peran dalam melaksanakan tradisi ini dilakukan oleh kaum perempuan. “Peran perempuan dalam daur hidup masyarakat Samawa sangat penting,” ungkap Hasanuddin.

Beberapa prosesi adat dalam daur hidup masyarakat Sumbawa seperti, nunya rame, tama lamung (memakaikan baju bagi anak perempuan yang beranjak remaja sebagai simbol meninggalkan masa kecil), barodak (luluran khas Suku Samawa sebelum pernikahan), biso’ tian (tradisi tujuh bulanan) dan juga kepala koki tradisional yang disebut nuwang dalam kegiatan-kegiatan kenduri adat adalah perempuan.

“Bahkan dalam pemetaan ukuran rumah baik itu panjang maupun lebarnya, yang mengatur adalah perempuan karena ia dianggap sebagai kepala rumah tangga,” ujarnya. Inilah kearifan lokal yang ada dalam tradisi-tradisi masyarakat Sumbawa, yakni menjunjung tinggi kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. “Perempuan Sumbawa dalam hal ini ditempatkan pada posisi yang terhormat,” katanya.

Dalam prosesi maning pangantan (mandi pengantin) misalnya, yang berperan memandikan pengantin adalah perempuan yang disebut Inak Pangantan. Begitu pula dalam proses barodak (luluran) dilakukan oleh perempuan yang disebut Inak Odak. Selain Inak Odak, luluran juga dilakukan oleh para perempuan lain yang dipilih sesuai dengan aturan adat. Begitu juga dengan sandro pangantan yang dilakukan oleh perempuan. Ina Pangantan, Ina Odak dan Sandro Pangantan bisa dilakukan oleh perempuan yang sama atau berbeda untuk tiap prosesinya.
 –Naniek I Taufan


 
“Sutradara”nya Perempuan    


Tradisi Biso Tian yang juga dilakukan oleh para perempuan

Tradisi Biso Tian yang juga dilakukan oleh para perempuan


Begitu pula dalam tradisi Biso tian yang merupakan tradisi tujuh bulanan seperti yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia sebagai ungkapan kebahagiaan menanti bayi pertama dari seorang ibu. Seluruh persiapan dan pelaksanaan tradisi ini dilakukan oleh para perempuan. Dalam tiap upacara adat biso tian, seorang perempuan yang disebut dengan Sandro Tamang (dukun beranak), memegang peranan yang sangat penting dalam prosesi ini. Sandro tamang adalah seorang yang diberi kepercayaan oleh masyarakat adat Samawa menjadi “sutradara” acara ini karena memiliki keahlian secara turun-temurun. Tidak banyak yang berprofesi sebagai sandro tamang, hanya mereka yang memiliki keahlian secara turun-temurun yang diakui secara adat.

Dialah yang akan mengawali proses ini dengan memandikan calon ibu dengan air kembang, melantunkan doa-doa untuk kebaikan dan kemudahan bagi calon ibu sembari mengguyur lembut air yang dipenuhi bunga-bunga ke tubuh sang calon ibu guna memberikan kenyamanan bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Ia juga yang menyiapkan alas khusus tempat calon ibu tidur dengan nyaman. Alas khusus ini terdiri dari selembar tikar yang dibuat secara khusus juga, orang Sumbawa menyebutnya samparumpu. Tikar ini adalah tikar khas masyarakat adat Samawa yang diyakini mampu menangkal hal-hal negatif yang mengarah pada calon ibu dan bayinya.

Untuk melindunginya secara supranatural dari kemungkinan-kemungkinan niat jahat di alam lain. Tidak itu saja. Di atas samparumpu tersebut diletakkan pula tujuh lapis kain berwarna-warni sebagai alas lapisan kedua. Dan pada lapisan ketiga akan diletakkan kembali tujuh lapis kain lagi. Dan di atas kain inilah, calon ibu ditidurkan. “Prosesi ini memang tidak sembarang perempuan bisa melakukannya kecuali yang telah memiliki keahlian turun-temurun,” kata Hasanuddin. Selain Sandro Tamang, ada enam orang perempuan lain yang akan mengambil peran saat acara inti biso tian ini yang disebut Mengas Mentar (mengangkat perut calon ibu menggunakan kain kemudian digoyangkan secara lembut). Enam orang lainnya adalah perempuan yang ditokohkan atau yang diteladani di kampung tersebut.

Peran penting perempuan juga ada ketika acara-acara kenduri di lingkungan. Dia adalah Nuwang, sang kepala koki tradisional. “Ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Nuwang adalah perempuan pilihan yang memiliki keahlian khusus bahkan orang yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi,” katanya. Bagaimana tidak, Nuwanglah yang bertanggung jawab pada keamanan makanan yang akan dikonsumsi oleh orang banyak.

Berbagai peran penting yang dilakukan perempuan dalam berbagai tradisi masyarakat Sumbawa, sesungguhnya memberikan gambaran betapa pentingnya seorang perempuan baik perannya dalam masyarakat maupun dalam keluarga. -Naniek I. Taufan



Perempuan dalam Adat Budaya Sumbawa

Luangkan Waktu Main Bersama Anak

Bermain bersama anak merupakan bagian dari aktivitas yang menyenangkan bagi anak dan orangtua. Banyak manfaat yang bisa dirasakan.


 I Dewa Ayu Novia Saraswasti, S.H.

I Dewa Ayu Novia Saraswasti, S.H.


“Anak saya perempuan masih duduk di bangku SD kelas 2. Untuk permainan, saya suka bermain permainan edukasi dengannya. Permainan ini kami beli di mal, saat rekreasi bersama.  Permainan ini melatih daya pikir dan daya intelegensinya. Saya dan suami, biasa mendampingi dia untuk bermain,” ujar I Dewa Ayu Novia Saraswasti, S.H.

Perempuan yang berprofesi sebagai karyawan bank ini menambahkan, selain permainan yang ia beli di mal, ada juga permainan  dengan gadget.  “Biasanya kami  unduh aplikasinya. Kami pilihkan game-game yang melatih daya pikir anak dan melatih psikomotornya,” ujarnya. Selain itu, ia selalu mengawasi putrinya bermain agar tidak terlalu lama bermain dan melupakan kegiatan yang lain. “Kadang-kadang kami ajak juga ke tempat-tempat permainan yang ada di mal atau pusat perbelanjaan dimana kami bermain bersama-sama dengan memilih permainan ketangkasan,” kata perempuan yang akrab disapa Novi ini.

Ia juga  memasukkan putrinya ini,  ke satu  grup English Club dengan jadwal seminggu dua kali dimana dia bisa  bermain sambil belajar bahasa Inggris dengan teman-teman sebayanya. “Tujuanya agar dia bisa melatih psikomotornya sambil dia belajar berbahasa Inggris,” kata istri dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked. ini.

Novi mengatakan, waktu bermain bersama anak,  biasanya di  akhir pekan dan hari libur. “Untuk bermain ke tempat permainan yang ada di pusat perbelanjaan kami lakukan pada saat liburan sekolah. Jadi kami pilih dan batasi waktunya,” ujar ibunda Putu Prasista Ardyaswari Mahavira dan Made Prabandari Divya Mahacita ini.

Selain bermain bersama keluarga, putrinya juga bermain tiap sore bersama teman sebaya di lingkungan rumahnya. Permainan yang dipilih, dagang-dagangan, masak-masakan, petak umpet, dan main sepeda.

Menurutnya, bermain adalah kegiatan yang penting untuk anak-anak, tetapi harus bisa memilih dan memilah permainan yang positif dan bermanfaat untuk anak. “Kalau ada permainan yang disukai anak tetapi menurut kami tidak berguna dan berefek negatif maka akan kami larang, kami carikan permainan yang lebih bermanfaat,” kata perempuan usia 35 tahun ini.

Bermain bersama anak dan orangtua mempunyai banyak makna, seperti waktu mencurahkan kasih sayang dan perhatian orangtua kepada anaknya. Salah satu cara orangtua dalam membantu meningkatkan perkembangan daya pikir dan psikomotornya. Selain itu, dapat  menanamkan sifat mampu bekerjasama dan bersosialisasi dengan orang lain serta sikap sportif. Menunjukkan sikap selalu berusaha untuk mencapai tujuan seperti yang ada di setiap permainan  untuk memperoleh kemenangan.

Dengan maraknya anak-anak yang menyukai games online, Novi berpendapat,  games online memiliki  sisi positif dan sisi negatifnya. Sekarang tergantung orang yang memainkannya.  Kalau bermain game online sampai berjam-jam dan sampai lupa waktu mungkin banyak menimbulkan efek negatif seperti tidak mau melakukan kegiatan lain seperti sekolah atau bekerja.  Mungkin ada efek terhadap kesehatan karena terlalu lama di depan monitor, belum lagi biaya yang dikeluarkan mungkin akan banyak. Belum lagi efek ketagihan yang ditimbulkannya. Kalau bermain game online bisa memanfaatkannya dengan baik tentu saja  mendapat sisi positifnya.


BELAJAR BUAT SLIME

Sementara, bagi  Ny. Seniasih Giri Prasta, putri bungsunya yang masih SMP suka sekali bermain  slime. Slime ini material dengan tekstur kenyal menggumpal dan kadang sedikit lengket. Slime dieksplorasi dalam hal ragam bentuk atau warna.


Ny. Seniasih Giri Prasta

Ny. Seniasih Giri Prasta


Awalnya, ia tidak terlalu tahu, apa yang dimaksud putrinya itu. “Anak saya  minta uang mau beli bahan-bahan seperti sabun, shampoo, body lotion, dll. Katanya untuk  membuat slime,” kata  Ny. Seniasih Giri Prasta.

Ia memperhatikan dan mengamati kegiatan putrinya.  Dari berbagai bahan, putrinya ini mencampur untuk membuat satu bentuk kenyal yang bisa dibentuk dengan warna-warni.  Tiap sore, kegiatan itu pasti dilakoninya. “Anak saya punya satu dus perlengkapannya bermain slime,” kata Ny. Seniasih.

Menurutnya, apapun kegiatan putrinya pasti ia dukung, apalagi bermanfaat. “Mungkin ia suka di bidang kimia atau kedokteran nantinya seperti kakaknya setelah dewasa. Saya pasti mendukung sebagai orangtua,” imbuhnya.

Dari kecil putrinya itu suka bermain tradisional. Waktu ia sekeluarga masih tinggal di Plaga, anak-anaknya suka bermain di kebun dan bermain seperti anak-anak lainnya, seperti  dagang-dagangan.  Malah menurut pengamatannya, putrinya itu tak terlalu  tertarik permainan di game di internet.

Ia tak menampik, dengan kecanggihan teknologi, anak-anak sekarang sudah biasa  menggunakan ponsel yang bisa mengakses internet dan mengunduh game-game. Namun, ia hanya tegaskan kepada ketiga anak-anaknya, teknologi bermata dua, bisa memberikan efek negaif dan manfaat positif. Intinya mereka harus tahu dan bijak dalam menggunakan teknologi.

Seniasih juga bangga sejak menikah sudah memutuskan untuk menjadi ibu rumahtangga murni. Tugasnya mengurus suami dan anak-anak. Ia mempunyai banyak waktu untuk mengasuh ketiga anak-anaknya. Melihat perkembangan mereka dan mengawasi apa saja kegiatan mereka, termasuk permainan apa yang digemari mereka.

Saat ini, ia masih ikut bermain bersama putri bungsunya yang duduk di bangku SMP.  Dari tidak bisa, akhirnya ia sendiri bisa membuat slime karena terlalu sering melihat putrinya mencampur bahan-bahan. Selain bermain slime bersama putrinya, kadang mereka suka jogging bersama.–Wirati Astiti



Luangkan Waktu Main Bersama Anak

Ikuti Selera Pasar

Menuangkan ide bukanlah hal yang gampang juga bukan hal yang sulit untuk dapat menyelamatkan produk yang telah ada sejak nenek moyang. Endek dan songket merupakan salah satu produk  kebudayaan yang hampir kelam. Hal inilah yang melatarbelakangi Pertenunan Artha Dharma berkomitmen membangun wirausaha pertenunan yang mengedepankan kualitas. kain endek (2)

Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkenal dengan tenunnya. Tenun meruapakan salah satu sarana seni yang patut dilestarikan. Kain ini kerap kali digunakan sebagai sarana upacara adat Bali. Dilihat dari cara pembuatannya, karya seni dibuat dengan menenun kain dari helaian benang pakan dan benang lungsin yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna alami. Produk yang terkenal dari hasil menenun adalah kain songket dan kain endek. Bedanya, kain songket umumnya menggunakan benang emas atau perak dan motifnya hanya terlihat pada salah satu sisi kain, sedangkan motif kain endek terlihat pada kedua sisi kain.

Pertenunan Artha Dharma yang dirintis oleh Ketut Rajin dan Made Endang Erawati, S.E sejak tahun 2002 di Desa Sinabun adalah usaha industri rumahan yang diawali dari rumah rumah penduduk. Mereka berusaha membina dan memberikan pelatihan dalam pengembangan di bidang tenun kepada masyarakat luas. Tujuan agar masyarakat mempunyai keterampilan dan bisa membantu ekonomi keluarga dan mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya menganggap tenun tidak bisa membantu keuangan keluarga, hingga menjadi mata pencaharian utama. “Agar menekan tingginya pengangguran dan anak yang putus sekolah di Desa Sinabun,”ungkap Ketut Rajin. Disamping itu, Buleleng sangat kaya dengan motif-motif desain tenun yang hampir punah dan banyaknya penenun tetapi kurang berkembang.

Saat ini pertenunan tersebut sudah berkembang pesat sehingga menembus pasar global. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas adalah dengan menggali desain lama untuk dimodifikasi dan juga disesuaikan dengan selera pasar. “Salah satu desain baru yang diunggulkan di tahun ini adalah desain Singaraja yakni kolaborasi motif skordi dengan motif songket dan endek model keling kombinasi songket,” ujarnya.  Ia juga mengatakan, melihat tenun endek dengan motif yang masih umum dengan background polos dengan tiket pakan dan satu desain, dirinya mencoba mengkreasikan motif  baru dengan warna degradasi perpaduan antara pepatraan dengan skordi serta background yang bervariatif.

Dengan terus berinovasi menciptakan kreasi tenun endek model baru pemasaran endek hasil Pertenunannya hingga Jakarta dengan kisaran harga tergantung motif mulai dari Rp 400 ribu/pcsnya. Peminat endek tenun yang kebanyakan diminati oleh PNS untuk seragam dan ada juga dari kalangan swasta.

Keistimewaan dari produk yang dihasilkan adalah penggunaan benang sutra sebagai bahan baku yang diwarnai dengan pewarna alami sehingga lebih ramah lingkungan. Hal inilah yang membuat pertenunan ini selalu terserap pasar, bahkan saat ini sampai kewalahan menerima pesanan yang disebabkan oleh keterbatasan tenaga kerja terampil tenun. Disamping itu, tantangan yang dihadapi adalah produk yang dihasilkan cepat ditiru oleh pengrajin lain. Kualitas yang jauh di bawah, pengrajin tembakan menjual hasil produksi jauh lebih murah sehingga merusak harga pasar. akan tetapi hal ini tidak pernah dikhawatirkan sebab meraka selalu mempertahankan kualitas barang. -Wiwin



Ikuti Selera Pasar

Heritage of Bali

 


Sebuah keindahan atau kecantikan selalu memikat sebagai sumber ide. Seperti yang digambarkan Tjok Abi  yang menggulirkan berbagai idenya mulai dari cerminan sifat bijaksana seorang permaisuri filosofi warna hingga pesnoa tenun ikat Bali. .


Tjok Abi

Tjok Abi


Pekan ini Tokoh menghadirkan kemegahan visualisasi busana yang terinspirasi dari permaisuri sebuah kerajaan lengkap dengan pesona keayuannya seorang Ningrat. Begitu juga dengan keagungan busana puri jelas terlihat, selain dari bentuk busananya juga dari material yang digunakan pada setiap rancangannya.


Sedangkan dari filosofi warna, Tjok Abi yang lekat dengan image polengnya, ketika menggunakannya diakui kalau tiga warnanya yakni hitam, putih, dan abu-abu mampu memberi energi magis di dalam setiap kreasi busananya.


Selanjutnya bicara keindahan, maka kain tradisional Bali, seperti Endek dan Songket dengan motifnya yang banyak berkisah dan khas, juga berhasli melahirkan busana yang mengusung konsep glamor. –Sri Ardhini



Heritage of Bali

Tuesday, July 26, 2016

Lebih Humor Ketimbang Horor

 


Bagi penggemar film kartun, pasti tahu film Casper. Sosok hantu ceria yang selalu ingin bersahabat dengan manusia. Casper pun kerap dimusuhi sesama hantu karena tidak mau menakut-nakuti manusia. Ia lebih memilih untuk menolong manusia.


Yogi Suryananto

Yogi Suryananto


Kini, penggemar film animasi bersiaplah untuk menyaksikan film pendek “ Uma Si Hantu Jenaka”. Thriller film ini sudah ada di situs YouTube dengan durasi 1 menit. Film ini merupakan produksi Kementerian Perindustrian, Inkobator Bisnis (InBis) Tohpati, dan Bamboomedia.

“Film ini menceritakan Uma, hantu jenaka yang bersahabat dengan Ketut, seorang Office Boy. Ada kisah persahabatan, perjuangan, kebahagiaan, tantangan, dan keputusasaan. Semua dirangkum dalam kisah yang cenderung humor ketimbang horor,” ujar Yogi Suryananto, sutradara sekaligus supervisor produksi film ini.

Yogi menambahkan tokoh yang ada dalam film ini selain Uma dan Ketut adalah Pak Made (bos), Ayu (sekretaris), dan Bedul (satpam).  Film yang mengambil setting di kawasan Balai Diklat Industri (BDI) ini berdurasi 8 menit. Ide cerita sudah ada sejak dua tahun lalu. Konsep pun digagas bersama Putu Sudiarta, pemilik Bamboomedia.

Film ini digarap 20 orang yang terdiri dari siswa SMK 1 Denpasar dan mahasiswa Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali. “Mereka terpilih dari hasil pelatihan. Selanjutnya ikut Diklat Produksi Film Animasi dari 9 Mei – 26 Juli 2016. Mereka dibagi menjadi beberapa divisi antara lain modeling, layout, animasi, artist, storyboard, dan audio effect. Pengelompokan tugas sesuai dengan skill masing-masing,” ujar Yogi yang juga Research dan Development di Bamboomedia ini.

Kendala yang dihadapi selama proses kreatif ini lebih pada kemampuan peserta. Namun, semua bisa diatasi dengan kerja keras. Kekompakan mereka juga menjadi modal untuk mengeksplorasi kemampuan.

Dari proses pelatihan ini, peserta mendapat banyak pengalaman. Mereka jadi tahu bagaimana tekanan pekerjaan. Skill yang didapatkan juga meningkat.

“Kami berharap kreasi anak-anak muda dalam bidang animasi terus meningkat. Masyarakat pun bisa mendapat hiburan baru,” ujar pria asal Bungkulan, Buleleng ini.

Setelah proyek Uma ini rampung, tim akan mengerjakan proyek baru pembuatan film animasi Unyil. Film yang tenar di era 1980-an ini akan diproduksi lagi oleh PFRN dengan menggandeng beberapa studio, termasuk Bamboomedia. –Ngurah Budi



Lebih Humor Ketimbang Horor

Jangan Sirik tapi Lirik

 


Jatuh bangun dialami Dewi Supriani, S.H. Berbagai usaha pernah dijajal. Pengalaman menjadi guru yang terbaik untuknya. Kini, Direktur Utama PT Indo Bali Gas dan pemilik beberapa villa ini merasakan hasil kerja kerasnya.


Dewi Supriani dan keluarga

Dewi Supriani dan keluarga


Perempuan yang akrab disapa Anik ini menceritakan perjalanan hidupnya. Dari kecil hingga remaja ia terbiasa hidup serba ada. Mau minta apa saja dibelikan oleh ibunya. Namun, hal ini tak membuatnya bahagia. Yang terjadi malah sebaliknya. Ia kerap di-bully. “Nama saya kan Dewi Supriani. Beberapa teman sering mempelesetkan nama saya. Kalau saya nulis nama sering saya singkat Dewi S. Huruf S ini sering diganti jadi Dewi Selem. Zaman itu ada film seri di TVRI tentang anjing laut. Anjing itu namanya Salty. Nama saya pun diganti Dewi Salty. Karena keluarga kami jual BBM, nama saya dipatenkan jadi Anik Oli. Kalau orang bilang masa SMA merupakan masa paling indah, bagi saya masa SMA itu paling buruk,” kenang putri kedua pasangan (alm) Sunartadi dan Ni Made Nuratni ini.

Lulus SMA tahun 1986, ia kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Kuliah tak bisa diselesaikan karena ia menikah dengan Yahya Ali Al Zubaidi tahun 1989. Pasangan ini membuka lembar baru kehidupan dengan menjalankan usaha di Probolinggo, Jawa Timur.

Usaha tak berjalan lancar. Anik dan suaminya memutuskan kembali ke Bali. Mereka mulai dari nol. Kehidupan keluarga ini pun morat-marit. Mereka tinggal di rumah kontrakan dan pernah pindah hingga lima kali.

Tahun 1991, mereka mulai usaha garmen. Baru berjalan dua tahun, bisnis ini gulung tikar karena dibohongi pembeli dari Italia. “Kami juga pernah buka usaha soto gubeng. Pada masa itu, kuliner belum menjadi bagian dari lifestyle. Tahun 2000 kami membuka minimarket Nikito di Dalung. Minimarket ini juga dilengkapi dengan pusat jajanan serba ada (pujasera). Waktu itu Dalung masih sepi. Toko-toko belum banyak. Di minimarket ini kami juga menjual minyak tanah eceran,” kenang perempuan kelahiran 8 Agustus 1967 ini.

Seiring perjalanan waktu, bisnisnya mulai mengalami perkembangan. Kehidupan rumah tangga sudah mulai mapan. Anik pun kembali ke bangku kuliah. Ia memilih kuliah di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati. Gelar sarjana hukum pun diraihnya tahun 2006. Ia sempat menjadi magang di kantor advokat. Namun, karena merasa jiwanya lebih cocok untuk bisnis, ia pun fokus di bidang bisnis sedangkan suami menekuni usaha properti.

Konversi minyak tanah ke LPG juga membuatnya ikut berkecimpung di sektor ini. Ia dan suami mendirikan PT Indo Bali Gas tahun 2010 yang menjadi agen LPG 3 Kg. Selain itu, UD New Nikito menjadi agen minyak tanah nonsubsidi. “Apa yang saya raih hingga saat ini tak lepas dari doa ibu dan dukungan suami serta anak,” tegas ibu dua putra, Nabil Ali Yahya Al Zubaidi dan Hanif Yahya Al Zubaidi ini.


JANJI HARUS DITEPATI

Pendidikan dan bisnis menjadi hal yang melekat dalam keluarga ini. Putra pertamanya, sambil kuliah sudah memiliki usaha agen LPG di Buleleng dengan nama PT Putri Sunartadi Mandiri dan bengkel Zoom serta agen kaca film Black Max di Denpasar sedangkan putra kedua masih fokus untuk kuliah. “Bagi saya, pendidikan untuk anak-anak merupakan bekal untuk mereka yang tidak akan habis. Dengan modal pendidikan, mereka akan bisa menentukan masa depannya,” ujar pengusaha yang rutin mengadakan acara sunatan massal dan buka puasa bersama ini.

Mapan di dunia bisnis, Anik tak melupakan bidang sosial kemasyarakatan. Ia memiliki panti asuhan, sekolah mengaji, serta memiliki impian untuk membuat rumah singgah. Baginya, semakin banyak memberi dengan ikhlas, makin banyak rezeki yang akan didapat. ia sangat mempercayai hal tersebut karena sudah mengalaminya. Semakin  banyak cobaan Tuhan artinya makin sayang Tuhan kepada kita. Semua cobaan pasti ada hikmahnya. Semua yang ada ini hanya titipan Tuhan yang harus dijaga baik-baik, disyukuri dan dijalani.

Anik menambahkan, dirinya sudah pernah berada di titik nadir, kemudian bangkit lagi hingga berada di puncak lagi. Ia mendapat pelajaran bahwa harta dan kekayaan hanyalah sementara. Ia pun yakin, semua orang memiliki jalannya masing-masing. Kita tidak perlu sirik dengan kesuksesan orang lain. Kita harus melirik bagaimana orang itu berusaha hingga bisa berhasil.

“Kita bisa sukses karena mulut tetapi kita bisa hancur karena mulut juga. Janji-janji yang keluar dari mulut harus ditepati. Ini namanya komitmen. Jangan suka mengingkari apa yang sudah menjadi komitmen,” tegas perempuan yang hobi memasak ini.

Kepada kaum perempuan, ia mengingatkan agar tidak melupakan tugas untuk melayani suami dan anak. Di luar rumah berlakulah sebagai pengusaha tetapi setelah di rumah,memasak dan mengerjakan rumah merupakan bagian dari tugas rumah tangga. Karena itu, Anik menekankan tentang pentingnya manajemen waktu dan manajemen keuangan. Kalau di rumah tangga sudah bisa diatur maka urusan perusahaan juga bisa diatur. –wah


Rancang Wisata Agro

Mapan di dunia energi tak membuat Dewi Supriani, S.H. berhenti. Ia dan suami terus mengembangkan usaha. Mereka sudah memiliki berbagai lini usaha yang berada di bawah PT Bali Indo Gas Group. Salah satu impian yang ingin direalisasikan adalah kawasan wisata agro. Mereka sudah menyiapkan lahan perkebunan di daerah Angseri, Tabanan.


Dewi Supriani rekreasi bersama anak-anak Yatim Piatu Tunas Bangsa, Monang-Maning, Denpasar

Dewi Supriani rekreasi bersama anak-anak Yatim Piatu Tunas Bangsa, Monang-Maning, Denpasar


“Suami saya senang berkebun dan saya senang jalan-jalan. Kami ingin mengombinasikan impian untuk mewujudkan kawasan wisata agro tanpa merusak alam aslinya. Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Semoga tahun 2017 ini bisa terealisasi,” ujar perempuan yang memiliki koleksi tas ini. Lokasi yang mereka siapkan ini dekat dengan permandian  air panas Angseri sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Anik menuturkan perjalanan hidup sudah ia lalui baik suka maupun duka. Materi tak selalu membuat orang bahagia. Karena itu dengan berbagi bersama orang-orang yang memerlukan bantuan, ia merasa mendapat kepuasan batin. Ia pun selalu menjaga tali silaturahmi dengan keluarga dan lingkungannya.

Ia juga percaya dengan staf dan pekerja yang berada di perusahaannya. “Saya bisa marah bila ada yang membuat kesalahan. Tetapi, saya juga siap minta maaf kalau saya yang salah. Ini menjadikan perusahaan saya bisa jalan. Kalau ada yang berhalangan, saya kadang turun tangan. Misalnya sopir tidak masuk, saya yang nyupir sendiri ke SPBE untuk mengambil gas karena ini bagian dari komitmen pelayanan bagi konsumen. Bagi saya, ini bagian dari tugas dan pelayanan. Saya tidak malu untuk melakukannya,” ungkap perempuan yang punya moto “saat tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu” ini. -wah



Jangan Sirik tapi Lirik

Jaga Penampilan dengan Energi Positif Alam

 


Aura adalah medan energi yang dimiliki setiap makhluk hidup. Aura juga merupakan  pancaran cahaya wajah atau pancaran cahaya yang keluar dari tubuh. Aura postif pancaran energi baik dari dalam diri oleh kekuatan cinta, yang  tersambungkan ke dalam perasaan empati seseorang.    


Dan, aura ini, sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita sehari hari. Aura positif  artinya pancaran energinya  baik, sehingga jika kita berada didekanya dengan mudah dapat melihat dan merasakan kekuatan cinta dan kekuatan baik yang positif.  Begitu disampikan oleh Made Ninik Sutadiasih, S.E., seorang  Master Energi Positif Alam Semesta saat di temui di Istana Taman Jepun, Denpasar usai memberikan terapi buka aura wajah dan tubuh .


Dikatakan oleh Ninik, jika kita beraura positif  tentu akan memancarkan energi positif, energi baik ke alam semesta dan kehidupan, sehingga setiap kehidupan yang bersentuhan dengan kita akan merasakan nyaman dan senang di seluruh tubuh. Yang namanya energi positif ini, akan terus aktif jika diimbangi pula dengan pola dan gaya hidup yang positif, baik dari segi berpikir, berbicara, berperasaan serta bertingkah laku yang baik.


Dengan lingkaran aura positif serta jiwa-jiwa yang baik dan penuh kasih, maka  pada diri kita   tidak ada kebencian, kesombongan, keangkuhan, merasa hebat, iri hati maupun  kedengkian. Namun, yang  namanya kasih akan mengalirkan  sikap  murah hati, rendah hati dan pastinya penuh kasih sayang “Dengan adanya rasa cinta kasih pula  maka kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan akan mengikuti kita dan dengan jelas terpancar di wajah,” kata  Ninik


PIKIRAN JERNIH

Selanjutnya disampaikan oleh Master Energi Positif Alam Semesta ini jika kita ingin memiliki penampilan yang istimewa, ubahlah hidup dengan cara berpikir sehat dan positif dan cara kita mencintai diri sendiri. Semakin positif maka kebaikan dapat kita pancarkan ke seluruh alam semesta. Begi pula penampilan kita secara menyeluruh pun menjadi lebih segar dan  lebih percaya diri.


Ninik juga menyatakan bahwa percaya diri, semangat dan keberanian dengan cara yang baik adalah cara yang tepat untuk menggapai sukses. Setiap tantangan akan  dapat dihadapi dengan kebajikan, kejujuran dan keadilan serta hati yang tulus ihklas . Dengan begitu jiwa kita akan selalu dalam naungan Tuhan, sebab Tuhan dan alam semesta adalah satu. “Sistem kerja dari energi positif akan mengikuti

pikiran positif. Peran energi positif ini mampu memberikan kekuatan dari dalam diri untuk menguatkan jiwa dan mental yang dibantu dengan motivasi spiritual,” jelasnya


Ketika aura di dalam tubuh dibuka oleh sistem inti energi tubuh yang telah diaktifkan oleh energi positif alam semesta, akan menjadikan aura wajah dan tubuh akan terpancar lebih positif. Dan, masih banyak lagi manfaat dari menyerap energi positif  alam     semesta.


Energi positif alam semesta, lanjutnya bekerja di dalam organ fisik untuk membersihkan unsur negatif yang mempengaruhi sistem organ secara keseluruhan. Baik itu sistem pencernaan, peredaran darah, sistem pernafasan dan lainnya.

Jadi, tujuan utama energi positif alam semesta ini, selain  digunakan sebagai penyembuhan organ fisik, energi positif alam semesta juga dapat memperbanyak

sel-sel pada  otak yang akan membentuk jaringan dan sistemnya untuk kita semua berpikir lebih cerdas dalam menghadapi dan mengatasi masalah dan menjadi sosok yang semakin kuat dan berkualitas.


Alam semesta dengan kekuatan terbesarnya, yakni energi positif alam semesta ini juga akan mengikuti pikiran positif memberikan energi cinta kasih pada semua mahluk ciptaan-Nya  agar hidup sehat bahagia, tentram dan damai. Kekuatan pikiran positif dapat mengubah kehidupan kita ke arah yang lebih baik dimulai dengan mengaktifkan gen energi positif tubuh jasmani rohani dan pikiran.

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Jika kita memiliki niat baik dan tulus Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi kehidupan kita.


Dengan menyerap energi positif alam melalui kekuatan pikiran positif kita, mari kita mulai mengubah cara berpikir menjadi lebih positif untuk hidup yang lebih baik dan berkualitas bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan.- Sri Ardhini



Jaga Penampilan dengan Energi Positif Alam

Komitmen untuk Perkembangan dan Pertumbuhan Anak

 


Metode KUMON adalah metode belajar perseorangan. Level awal untuk setiap siswa KUMON ditentukan secara perseorangan. Siswa mulai dari level yang dapat dikerjakannya sendiri dengan mudah, tanpa kesalahan. Lembar kerjanya telah didesain sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soalnya. Jika siswa terus belajar dengan kemampuannya sendiri, ia akan mengejar bahan pelajaran yang setara dengan tingkatan kelasnya dan bahkan maju melampauinya.

Metode KUMON adalah metode pendidikan yang unik, yang tidak menyamaratakan kemampuan masing-masing siswa. Berdasarkan bimbingan perseorangan dan belajar pada tingkatan yang tepat, KUMON ingin mengembangkan kemampuan setiap anak dan memaksimalkan potensinya. Dengan menggali potensi setiap individu, KUMON mendorong anak-anak untuk menjadi yang terbaik dengan kemampuan sendiri.

Kami di KUMON percaya bahwa sangatlah penting bagi anak-anak untuk mengembangkan life skills yang memungkinkan mereka untuk hidup dengan sikap yang positif tentang masa depan. Setelah mengamati lebih dari sepuluh ribu anak, kami sangat yakin bahwa life skills memungkinkan anak-anak untuk hidup dengan bahagia dan menjalani hidupnya secara optimal dengan impian dan targetnya, bersedia menghadapi tantangan dan mau mencoba hal-hal yang baru dengan bersemangat. Bersama-sama dengan Pembimbing dan Asisten di kelas, KUMON mendukung semua anak-anak di dunia dalam mencapai target dan impiannya.

Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan kepada masyarakat Bali  untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tahu lebih banyak mengenai franchise KUMON, daftarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS! Persyaratan utama adalah wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, menyukai pendidikan dan anak-anak. Untuk Informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-1314-5367; 0878-6099-5895.



Komitmen untuk Perkembangan dan Pertumbuhan Anak

Pertahankan Bahasa Bali

Mengekspresikan jiwa seni seseorang memang dapat ditunjukkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara bermain musik dan berkarya. Terbentuk sejak 22 Februari 2015 silam, band yang satu ini memang memiliki keunikan tersendiri. Dilihat dari cara terbentuknya, band ini memang terkesan mendadak sehingga para personilnya sepakat menyematkan nama Na ‘Duck Band. “Terbentuknya memang dadakan tapi bukan berarti kami tidak ada persiapan. Kalau manggung kami selalu persiapkan diri,” ungkap Lecce, sang vokalis.Na

Band yang digawangi oleh Lecce di vokal, Sastra di bass, Iponk di drumm, dan Moning di gitar ini mengaku jika bermusik merupakan hobi dari masing-masing personil. “Kami hanya hobi saja kemudian ada teman curhat dan minta dibuatkan lagu, dan gak tahu kenapa akhirnya terbentuk sebuah band,” jelas Lecce. Sebagai band yang terbilang masih baru, Na ‘Duck Band belum merampungkan album yang pertamanya, sehingga di media radio hanya dapat didengar beberapa lagunya saja. “Sebenarnya lagu sudah banyak dan sering juga dibawa manggung hanya saja perekamannya yang belum selesai jadi di radio juga sedikit ada,” tambah Lecce.

Sebagai band yang berasal dari Buleleng, Na ‘Duck Band paham benar keadaan masyarakat dan polemik yang ada didalamnya. Banyak orang yang mengklaim dirinya Ajeg Bali, namun tidak banyak yang dapat menunjukkan secara nyata aksi yang telah dilakukan. “Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan Ajeg Bali, tapi kami dan teman-teman melakukannya dengan seni terutama berkarya dalam musik,” tambah Lecce.

Selain itu, mereka juga ingin ikut meramaikan blantika musik Bali sehingga dalam penggarapan lagu, fokus kepada penggunaan bahasa Bali. Menurutnya, sebagai band sekaligus masyarakat Bali sangat wajib menggunakan bahasa Bali. Mereka juga tidak menampik jika perkembangan bahasa saat ini memang cukup pesat. Terbukti dari bahasa yang digunakan oleh masyarakat modern yang tidak lagi mempertahankan bahasa Bali asli, melainkan bahasa Bali campuran. “Banyak orang bahkan pencipta lagu menggunakan bahasa aku, kamu sebagai bahasa campuran,” imbuh Iponk. Akan tetapi dalam lagu-lagu garapannya, Na ‘Duck berusaha menciptakan dengan menggunakan dan mempertahankan bahasa Bali.

Sebuah karya dikatakan baik jika maksud yang diinginkan tersampaikan kepada penikmatnya. Begitu juga dengan karya-karya dari band ini. Melalui lagu “Bajang Truna”, Na ‘Duck ingin menyadarkan anak-anak muda zaman sekarang agar lebih bisa menjaga diri. Menurutnya, prilaku remaja jika tidak dikontrol akan kebablasan. Maka melalui lirik yang berisi pesan moral tersebut secara tidak langsung mengajak remaja-remaja agar menjaga sikap dan perbuatan. “Ya, pesannya disampaikan kepada remaja pada umumnya, dan terutama para cewek-cewek yang baru SMP agar lebih menjaga cara berpakaian karena cantik tidak harus seksi,” jelas Lecce.

Menurut band yang asli dari Lovina ini menuturkan, bahwa dalam lagu-lagu yang telah diciptakan mengambil beberapa tema baik dari cinta maupun sosial. Akan tetapi merupakan suatu tantangan dalam mencipatkan lagu bertema sosial dibandingkan dengan tema cinta. “Kalau sosial lebih rumit mengenai pergaulan, kehidupan masyarakat dan sebagainya, sedangkan kalau membuat lagu dengan tema cinta lebih gampang karena kita sendiri pasti pernah merasakannya,” tutur sang vokalis. -Wiwin



Pertahankan Bahasa Bali

Saturday, July 23, 2016

Puncak Harganas Bali di Bangli

Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Provinsi Bali tahun 2016 akan dilangsungkan Kamis (4/8) di Desa Penglipuran, Kecamatan Kubu, Kabupaten Bangli. Guna menyukseskan kegiatan yang rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, IB Wirama audiensi ke Bupati Bangli yang diterima Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta..

Wirama menjelaskan puncak peringatan Harganas 2016 juga akan dimeriahkan dengan kegiatan gelar dagang. Acara tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Kerajian Nasional Daerah (Dekranasda) Bali, Ny. Ayu Pastika. Pameran tak hanya dari Dekranasda Provinsi Bali, tetapi diikuti juga oleh Dekranasda kabupaten/kota se-Bali.

“Secara nasional, Harganas ini diperingati 29 Juni di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan  dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo. Saat itu juga akan dilangsungkan kegiatan gelar dagang. Tapi untuk di Bali, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus, agar beriringan dengan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bali,” jelasnya.

Acara puncak Harganas di Bali juga akan diperingati dengan kunjungan ke panti jompo, bakti sosial, serta gerak jalan sehat.

Sedana Arta menyambut dengan antusias kegiatan tersebut. Apalagi Bangli telah dipercaya sebagai lokasi pelaksanaan puncak Harganas. Dirinya berjanji, akan memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan sukses.

“Kami ucapkan terima kasih karena Bangli ditunjuk sebagai pusat perayaan Harganas Provinsi Bali. Kami, Bupati dan Wakil Bupati dengan sekuat tenaga akan mengusahakan agar Hari Keluarga Nasional ini bisa sukses,” ujarnya. -Ngurah Budi



Puncak Harganas Bali di Bangli

Friday, July 22, 2016

Sosialisasi Kompetisi The NextDev 2016

Telkomsel kembali menggelar Digital Creative Indonesia Competition (DCIC) yaitu kompetisi bagi para pengembang aplikasi seluler muda bernama The NextDev. Mengusung tema Karya Anak Bangsa untuk Solusi Indonesia, The NextDev 2016 menantang kawula muda Denpasar untuk menciptakan aplikasi seluler yang memberikan dampak sosial yang positif, terutama dalam hal pengembangan Kota Pintar (Smart City) dan daerah pedesaan.


GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra Ihsan memaparkan, melalui roadshow The NextDev 2016 ini, kami ingin para generasi muda Indonesia di wilayah Denpasar dan sekitarnya untuk turut berkontribusi secara aktif memanfaatkan teknologi yang melahirkan solusi dan memberikan dampak sosial yang positif bagi bangsa. “Melalui ajang kompetisi The NextDev 2016. Dengan tingginya partisipasi dari mereka, diharapkan akan terjaring lebih banyak lagi ide-ide kreatif dan solutif yang dapat mempercepat penerapan Smart City di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di kota Denpasar,” ujarnya Jumat (22/7).


Denpasar merupakan kota ketiga penyelanggaraan Roadshow The NextDev 2016 yang sebelumnya telah dimulai di Yogyakarta dan Semarang. Selanjutnya akan dilaksanakan di 17 kota lainnya yaitu Surabaya, Malang, Banyuwangi, Bandung, Bogor, Jakarta, Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang, Manado, Ambon, Gorontalo, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan dan Pontianak.


Acara ini terbuka untuk umum tanpa biaya dan akan diisi berbagai agenda menarik seperti ‘Startup Talk’ di mana peserta akan mendapatkan pengetahuan berharga mengenai pengembangan startupdari  pembicara ternama dari industri kreatif digital Indonesia. Selain itu, ada juga ‘Sharing Session’ bersama finalis The Next Dev 2015, serta ‘Rocket Pitching’ di mana para peserta berkesempatan untuk mempresentasikan produk startup nya selama 3 menit.  Tidak hanya itu, peserta juga bisa mendapatkan e-certificate atas partisipasinya di acara roadshow The NextDev 2016.


Selepas roadshow, akan diadakan proses seleksi regional dan focus group discussion, hingga pada akhirnya didapatkan 20 tim finalis untuk tingkat nasional. Para finalis tersebut nantinya akan memperoleh pelatihan dan pendampingan secara intensif dari beberapa pakar pada saat bootcamp untuk mengembangkan technical maupun soft skills, mulai dari teknik melakukan coding, marketing skills, hingga communications skills.


The NextDev mengajak kawula muda untuk mewujudkan imajinasi dan ide mereka tentang Smart City dan menjadi bagian dari program untuk membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Tahun ini The NextDev hadir dengan konsep yang lebih menantang dengan tetap fokus pada pengembangan Smart City, dengan ruang lingkup yang lebih luas yaitu kategori pengembangan aplikasi untuk rural atau pedesaan.


Dalam kompetisi The NextDev 2016, terdapat sembilan sub tema yang memiliki fokus tersendiri sebagai dasar pengembangan solusi. Kesembilan sub tema yang bisa dipilih oleh peserta adalah agrikultur, kemaritiman, usaha kecil dan menengah (UKM), pemerintahan, energi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan transportasi.


Selain menciptakan karya yang akan bermanfaat bagi orang banyak,  tiga tim terbaik juga akan mendapatkan berbagai hadiah menarik yang disebut dengan 6M, yakni Market Access (akses pasar), Marketing (publisitas), Mentoring (pelatihan dan pendampingan), Management Trip (study visit ke pelaku industri telekomunikasi di luar negeri), Money (uang tunai), dan Monetizing (peluang besar untuk memperoleh pendapatan melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait).


Persyaratan untuk bisa mengikuti kompetisi The NextDev tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 18 hingga 30 tahun. Peserta dapat mendaftar secara individu atau tim (maksimal tiga orang). Pendaftaran peserta dan informasi lebih lanjut mengenai The NextDev 2016 bisa didapatkan dengan di www.thenextdev.id.-Ngurah Budi



Sosialisasi Kompetisi The NextDev 2016